Debat Cawalkot Bitung, Maurits Tegaskan Jangan Underestimate SDM Warga Pulau Lembeh

0
121
Debat Publik Calon Wali Kota Bitung

BITUNG – Calon Wali Kota Bitung Nomor Urut 3, Maurits Mantiri mengatakan jangan pernah meremehkan (underestimate,red-) masyarakat Pulau Lembeh.

Hal ini ditegaskan Maurits Mantiri saat menyanggah statement dari Calon Wali Kota Nomor Urut 1, Max Lomban saat menjawab pertanyaan yang diajukan Calon Wali Kota Nomor Urut 2, Victorine Lengkong terkait penempatan pejabat, dalam debat Calon Wali Kota (Cawalkot) Bitung yang diselenggarakan KPU Bitung, Minggu (8/11/2020) di Fave Hotel.

“Saya akan mengklarifikasi jawaban dari Paslon nomor Satu yang seakan-akan mengunderestimate menyangkut masyarakat Pulau Lembeh,” ucap Maurits.

Maurits menegaskan, masyarakat Pulau Lembeh punya kemampuan dan keahlian. “Karena itu kita tidak boleh Underestimate terhadap saudara kita dan mereka juga punya kemampuan dan keahlian melebihi kami yang ada disini,” tegas pria berkumis yang diusung oleh PDI Perjuangan bersama Hengky Honandar.

Dengan era digital, Maurits sangat yakin dan menjamin kapasitas kemampuan yang cukup dalam rangka memenuhi syarat standar sebagai pejabat di Pemerintah Kota Bitung.

Usai debat publik Calon Wali Kota, saat ditemui media ini, Maurits menjelaskan terkait analisis jabatan dan beban kerja yakni jenis dan kebutuhan kerja teknis yang diperlukan, baik yang di kelurahan, kecamatan maupun perangkat daerah.

“Kita memprioritaskan sarjana itu benar, tetapi itu syarat standar untuk tenaga IT dan tenaga pendamping atau pelaksana pendataan kependudukan untuk diinput dalam big data kita,” jelasnya.

Maurits juga menyatakan bahwa tenaga SMA/SMK tetap akan direkrut sesuai porsi analisis kebutuhan, misalnya tenaga administrasi atau tenaga teknis yang diadaptasikan dengan skill. Karena kompetensi harus benar-benar jadi andalan.

“Jikapun diperlukan untuk peningkatan kompetensi ketika kita lihat masih belum memadai, maka kami (Maurits-Hengky) memiliki solusi yakni pelatihan kompetensi yang akan bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) maupun dengan lembaga lainnya,” tukasnya.

Tak hanya itu, Maurits juga menambahkan bagi anak-anak Bitung yang berprestasi dan kurang mampu akan dikuliahkan, baik dalam negeri maupun luar negeri dalam misi yang sama, sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi.

“Prinsipnya, kita jangan diawal-awal saja sudah Apriori dan Underestimate dengan rakyat kita. Rakyat harus diberi kepercayaan untuk maju, bukan malah diremehkan,” tutupnya.

Diberitakan juga dalam debat publik tersebut, Calon Wali Kota Nomor Urut 1 Max Lomban menyanggah jawaban Calon Wali Kota Nomor Urut 3 Maurits Mantiri bahwa penempatan pejabat seperti lurah dan juga THL harus sesuai domisili.

Menurut Lomban, hal ini sulit diwujudkan dengan alasan keterbatasan SDM dan mencontohkan Pulau Lembeh.

“Apakah kita bisa menjamin semua kelurahan punya SDM seperti itu? contohnya yang berada di Pulau Lembeh, apalagi kalau harus sarjana berarti Pulau Lembeh hanya sedikit yang direkrut. Padahal kita harus membuat pelayanan terhadap masyarakat,” pungkas Lomban.

Terpisah, Ketua Masyarakat Nusa Utara Kota Bitung, Budi Madea mengecam pernyataan Max Lomban, karena menurutnya secara tidak langsung telah melecehkan warga Nusa Utara di Kota Bitung.

“Warga Pulau Lembeh 70 persen adalah Nusa Utara dan pernyataan Max Lomban dalam debat yang meragukan SDM Pulau Lembeh untuk menduduki jabatan lurah dan THL sangat melukai,” kata Budi, Senin (9/11/2020).

Budi menegaskan, sudah banyak contoh SDM handal dari Pulau Lembeh berhasil menduduki jabatan strategis kendati itu di daerah lain karena tidak diberikan kesempatan untuk berkarir di jajaran Pemkot Bitung.

“Selain melecehkan warga Nusa Utara, pernyataan itu juga membuktikan jika selama ini Pak Lomban tidak paham dan tidak menguasai kondisi masyarakat di Pulau Lembeh yang didominasi Nusa Utara,” katanya.

Budi menyatakan, masyarakat Pulau Lembeh sudah banyak berubah dan telah menghasilkan SDM handal siap pakai, namun sayang masih “dianaktirikan” sehingga lebih memilih merantau.

“Sebagai masukan saja, di Kecamatan Lembeh Utara tercatat lulusan Diploma 2 ada 28 orang, Diploma 3 ada 40 orang, Strata 1 ada 111 orang. Sementara di Kecamatan Lembeh Selatan Diploma 2 ada 30 orang, Diploma 3 ada 53 orang, Strata 2 ada 137 orang dan Strata 2 ada 3 orang. Mari kita berbicara data,” tandasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here