Dugaan Pelanggaran Kode Etik Ketua PPK Aertembaga, Publik Menunggu Pembuktian Diri KPU

0
143
Ketua KPU Bitung, Deslie Sumampouw dan Aktivis Muda Kota Bitung, Rendi Rompas

BITUNG – Dugaan kasus pelanggaran kode etik yang melibatkan Ketua PPK Aertembaga Berinisial NL alias Novi menjadi perbincangan hangat di Kota Bitung.

Informasi diperoleh, kasus pelanggaran kode etik yang sebelumnya ditemukan oleh Panwascam Aertembaga saat Novi didapati merayakan HUT bersama Calon Wali Kota Nomor Urut 1, Maximiliaan J. Lomban (MJL), yang dalam hasil akhir pleno Bawaslu memutuskan jika Ketua PPK Aertembaga terbukti melanggar kode etik sebagai penyelenggara itu.

“Minggu lalu, sudah direkom ke KPU, nanti KPU yang akan menjatuhkan sanksi seperti apa,” singkat Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Bitung, Zulkifli Densi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (2/12/2020).

Terpisah, Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw saat dikonfirmasi terkait ini menegaskan, sudah menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu Kota Bitung.

“Untuk sementara dinonaktifkan sambil menunggu pemeriksaan selesai. Intinya, sudah ada Plh Ketua PPK Aertembaga,” ucap kepada awak media melalui pesan Whatsapp, Kamis (3/12/2020).

Disinggung tentang waktu proses pelaksanaan sidang kode etik dilakukan, Deslie menyebutkan hanya satu sampai dua hari.

“Bisa besok atau lusa, terkait sanksi nanti diputuskan pada pleno anggota KPU setelah sidang pemeriksaan selesai,” tandasnya.

Disisi lain, salah satu aktivis muda Kota Bitung, Rendi Rompas mengingatkan kepada KPU Bitung benar-benar menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara Pilkada.

“Disinilah KPU Bitung diuji untuk membuktikan diri bahwa tidak main-main untuk menindaki ketika ada personilnya (PPK, PPS, atau KPPS) yang melanggar kode etik. Apalagi sudah ada rekomendasi yang memutuskan bahwa ditemukan adanya pelanggaran kode etik penyelenggara,” ujarnya.

Rendi juga menambahkan, bahwa tak hanya KPU bahkan Bawaslu, sebagai penyelenggara wajib netral. “Intinya bisa fokus pada tupoksinya serta patuh pada undang-undang. Kita harapkan Pilkada Kota Bitung berjalan sukses tanpa ada konflik, jangan sampai Pilkada Kota Bitung ini malah tercoreng oleh oknum-oknum penyelenggara yang hanya ingin memanfaatkan kekuasaan dan wewenang untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.(ryp/old)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here