Rabu, 24 September 2025 21:37

Pemkab Luwu Timur Dukung Sidang TKPSDA, Bahas Banjir dan Dampak Lingkungan Industri

Editor : Redaksi
Sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Pompengan–Larona yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Rabu (24/09/2025). @Jejakfakta/dok. ikp-humas/kominfo-sp)
Sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Pompengan–Larona yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Rabu (24/09/2025). @Jejakfakta/dok. ikp-humas/kominfo-sp)

Sidang membahas isu-isu strategis terkait banjir di Sungai Kalaena dan Sungai Cerekang, serta dampak lingkungan akibat tumpahan minyak dari aktivitas industri PT Vale Indonesia Tbk.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Pompengan–Larona yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Rabu (24/09/2025).

Sidang yang digelar sejak 23 hingga 25 September 2025 ini membahas isu-isu strategis terkait banjir di Sungai Kalaena dan Sungai Cerekang, serta dampak lingkungan akibat tumpahan minyak dari aktivitas industri PT Vale Indonesia Tbk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, H. Bahri Suli, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air adalah tanggung jawab bersama yang berperan penting dalam sektor pertanian, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan di daerah tersebut.

Baca Juga : Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

“Pendekatan inklusif, pemanfaatan teknologi, serta edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan agar pengelolaan sumber daya air berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Bahri.

Ia juga berharap, forum ini mampu merumuskan langkah konkret dan mendorong sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sumber daya air serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke titik-titik krusial, seperti Sungai Kalaena, Sungai Cerekang, dan lokasi industri PT Vale. Selanjutnya, para peserta mengikuti sidang komisi dan dijadwalkan mengikuti sidang pleno pada hari berikutnya.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Mengintai Gowa, Sejumlah Kecamatan Masuk Status Awas Hujan Lebat

Ketua TKPSDA WS Pompengan–Larona, yang diwakili Penata Tingkat I Pompengan-Larona Jafung Ahli Muda, Mohammad Nazar Akbar, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani permasalahan lingkungan.

“Isu banjir dan dampak industri harus ditangani secara terpadu antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga pihak swasta melalui program CSR,” tegas Nazar.

Ia menambahkan bahwa solusi yang dibahas tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi harus menyasar dampak jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga : Di Era Munafri-Aliyah, Makassar Cetak 10 Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional

Sidang TKPSDA WS Pompengan–Larona diikuti oleh 44 anggota yang berasal dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah.

Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari berbagai instansi, seperti: BBWS Pompengan-Jeneberang, BPDAS Jeneberang-Saddang, PT Vale Indonesia Tbk, Dinas PUPR Luwu Timur, Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Camat Towuti, serta peserta daring melalui Zoom Meeting.

Paparan materi dari para narasumber menjadi bagian penting dalam memberikan perspektif dan solusi teknis terhadap persoalan sumber daya air di wilayah ini. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#TKPSDA #Sungai Kalaena #Sungai Cerekang #PT Vale #Banjir #Lingkungan HIdup #sidang TKPSDA #sumber daya air #CSR #WS Pompengan Larona
Youtube Jejakfakta.com