Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggagas pelaksanaan “Bulan UMKM Makassar” sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dan memperluas daya saing pelaku usaha kecil.

Gagasan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Gebyar UMKM Fiesta 2025 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga : HUT Dekranas 2026 Resmi Ditutup, Tito Karnavian Sebut Makassar Catat Sejarah Baru
“Kegiatan seperti ini sebaiknya tidak hanya berlangsung dua hari. Tahun depan kita dorong agar menjadi Bulan UMKM, berlangsung dua minggu bahkan sebulan penuh,” ujar Munafri.
Munafri menegaskan, pemerintah hadir secara nyata untuk mendukung UMKM naik kelas melalui pendampingan, regulasi, sertifikasi, dan akses permodalan yang berkelanjutan.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting menjaga stabilitas ekonomi, terutama ketika sektor industri besar mengalami fluktuasi.
“UMKM selalu menjadi motor penggerak ekonomi. Saat industri besar melemah, UMKM justru mampu bertahan dan menumbuhkan ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga menyoroti pentingnya regulasi dan sertifikasi agar UMKM dapat menembus pasar ekspor. Ia menekankan bahwa sertifikasi laik higienis dan sanitasi wajib dimiliki pelaku usaha makanan dan minuman untuk menjamin kepercayaan konsumen.
Dalam kesempatan itu, Munafri mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat jejaring UMKM dan memperluas akses keuangan.
Baca Juga : Ratusan Pelari Ramaikan Indomaret Fun Run 2026, Appi Ajak Warga Budayakan Hidup Sehat
Ia meminta Dinas Koperasi memperhatikan kemudahan akses perbankan serta memperkuat pendampingan dalam pengelolaan keuangan.
“Pendampingan tidak hanya pada produk, tapi juga manajemen keuangan agar pelaku usaha bisa menata arus kas dan memastikan pertumbuhan usaha yang terukur,” ujarnya.
Munafri juga menilai pentingnya pemberian insentif dan jaminan bahan baku sebagai bentuk stimulus pemerintah bagi pelaku UMKM agar tetap produktif.
Baca Juga : Kerajinan Luwu Timur Curi Perhatian di Puncak HUT Dekranas ke-46, Diminati Pengunjung hingga Istri Menteri
“Kontinuitas bahan baku harus dijaga. Jangan sampai usaha bagus terhenti karena pasokan tidak stabil,” tegasnya.
Selain kualitas, Munafri menekankan pentingnya inovasi kemasan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk UMKM.
Ia berharap kegiatan seperti UMKM Fiesta tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan, tetapi juga wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha.
Baca Juga : Dekranasda Luwu Timur Promosikan Kriya Unggulan di Puncak HUT ke-46 Dekranas
“Produk bagus tapi kemasannya tidak menarik akan sulit bersaing. Kegiatan seperti ini harus disertai pelatihan agar UMKM makin kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Gebyar UMKM Fiesta bukan sekadar ajang pameran, tetapi gerakan bersama memperkuat ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal Makassar mampu bersaing melalui kreativitas dan gotong royong,” ungkap Aliyah.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui program pendampingan, fasilitasi, dan jejaring usaha yang berkelanjutan.
“Kami ingin membuka ruang yang lebih besar agar pelaku UMKM naik kelas dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi kota yang inklusif,” tuturnya.
Aliyah juga mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan Makassar sebagai kota kreatif, produktif, dan berdaya saing.
“Dari UMKM-lah, kemandirian ekonomi daerah bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




