Jejakfakta.com, MAKASSAR – Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan dukungannya terhadap kebebasan pers. Pernyataan tersebut disampaikan saat ngopi bareng dengan sejumlah pimpinan media dan wartawan di sebuah kafe di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar, Kamis (4/12/2025) malam.
“Saya berkomitmen terutama kepada insan pers, saya mendukung kebebasan pers,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Ngopi bareng kali ini berlangsung santai. Pangdam XIV Hasanuddin hadir tanpa seragam dinas, mengenakan kemeja oranye polos dipadukan dengan celana taktikal cream. Pejabat Kodam XIV Hasanuddin yang mendampingi juga tampil santai, termasuk Kasdam Brigjen TNI Rusmili, Kapendam Kolonel Kav Budi Wirman, dan beberapa pejabat utama lainnya.

Dalam pertemuan itu, Mayjen Bangun Nawoko tampak bercengkrama dengan awak media, sesekali diselingi canda dan tawa lepas. Ia mengaku selama menjabat Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, interaksi dengan media kurang intens karena fokus pada latihan.
“Waktu menjabat Pangdivif 3 Kostrad, saya kurang bertemu dengan teman-teman media karena fokus pada latihan,” ujarnya.
Sejak resmi menjabat Pangdam XIV Hasanuddin pada 31 Oktober 2025, cakupan wilayah tugas Mayjen Bangun Nawoko lebih luas. Ia bertanggung jawab atas operasional dua Korem, 28 Kodim, dua Brigif, 11 Yonif, serta satuan tempur dan bantuan tempur lainnya yang tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Baca Juga : Tim SAR Gabungan Temukan Korban Kedua Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Pangdam ke-38 ini mengajak insan pers untuk bersinergi dengan satuan jajarannya, terutama terkait program-program TNI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Tuhan maha tahu, tapi kalau orang-orang seperti kita ini tak diberi tahu, itu tak tahu. Siapa yang beri tahu? Ya, di antaranya teman-teman media,” katanya.
Salah satu program terdekat yang dicanangkan Kodam XIV Hasanuddin sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto adalah pembangunan jembatan di wilayah terisolir, yang menyulitkan pelajar pulang-pergi ke sekolah. Saat ini, ada 58 titik jembatan yang akan dibangun oleh jajaran Kodam XIV Hasanuddin.
Baca Juga : Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Terus Berjalan, Tim Temukan 1 Korban dan Serpihan Pesawat
“Karena bapak presiden tidak menginginkan anak-anak SD, SMP, dan SMA menyebrang sungai ke sekolah, saya sudah membentuk tiga tim untuk pembangunan jembatan ini,” ujar Pangdam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




