Jejakfakta.com, GOWA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa. Berdasarkan prakiraan BMKG, Kabupaten Gowa masuk dalam kategori wilayah dengan potensi curah hujan tinggi yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah diminta siaga dan responsif terhadap potensi bencana.

“Dalam bentuk apa pun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kami tindak lanjuti. Saya telah meminta Kepala BPBD bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap potensi bencana,” ujar Husniah.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Picu 102 Pohon Tumbang di Makassar, DLH Perketat Mitigasi dan Prosedur Penebangan
Ia menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Gowa yang sebagian besar merupakan dataran tinggi membuat wilayah ini rawan bencana longsor dan banjir. Oleh karena itu, posko siaga bencana telah diaktifkan di seluruh desa dan kelurahan.
“Kami telah menyiapkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan sejak jauh hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, mengungkapkan bahwa BMKG telah menetapkan hampir seluruh kecamatan di Gowa berstatus siaga, dengan empat kecamatan masuk kategori awas akibat curah hujan tinggi.
Baca Juga : Teror di Balik Lensa Jurnalis Metro TV di Bulukumba
“Sesuai arahan pimpinan, kami telah menyebarluaskan peringatan dini ke seluruh wilayah, mulai dari kecamatan, desa, kelurahan, hingga masyarakat luas sebagai langkah mitigasi,” ujar Wahyudin, Selasa (13/1).
BPBD Kabupaten Gowa juga melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Selain itu, posko siaga di kantor BPBD serta di kantor desa dan kelurahan telah diaktifkan untuk mempercepat koordinasi dan penanganan darurat.
Dari sisi kesiapan logistik, BPBD menyiapkan berbagai peralatan tanggap darurat, di antaranya kendaraan serbaguna, truk, mobil pikap, perahu fiber dan karet, life jacket, helm, serta kebutuhan logistik lainnya.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Tampil Berbusana Adat, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya Luwu
Wahyudin turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berisiko saat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat dan angin kencang, serta tidak beraktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah ada korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, membersihkan saluran drainase, serta aktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Warga di daerah rawan banjir dan longsor diimbau bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika kondisi memburuk.
Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala, mengatakan pihak kecamatan bersama Tripika telah mengaktifkan posko siaga bencana. Wilayah Tinggimoncong sendiri masuk dalam zona merah atau kategori awas berdasarkan prakiraan BMKG.
“Kami berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk membentuk posko siaga bencana serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung jika terjadi longsor atau pohon tumbang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga yang tinggal di lereng gunung agar sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman. Pemerintah kecamatan turut menyiapkan fasilitas milik pemerintah sebagai lokasi pengungsian jika terjadi keadaan darurat. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




