Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kota Makassar kian serius menapaki jalur pembangunan berkelanjutan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Workshop Zero Carbon City Project with Focus on Transportation and Energy melalui skema City-to-City Collaboration antara Pemerintah Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, di Onyx Ballroom Myko Hotel & Convention Center, Selasa (20/1/2026).
Kolaborasi internasional ini menandai langkah strategis Makassar dalam menjawab tantangan perubahan iklim global, dengan menitikberatkan pengurangan emisi karbon dari dua sektor penyumbang terbesar di wilayah perkotaan: transportasi dan energi.

Munafri menegaskan, proyek Kota Nol Karbon ini bukan sekadar program seremonial, melainkan dirancang sebagai program multiyears yang terukur dan berorientasi hasil nyata.
Baca Juga : Andi Dandi Panjawi, Putra Bulukumba Lolos ke Babak Spektakuler Show Indonesian Idol Season 14
“Isu dekarbonisasi kota adalah agenda global. Karena itu, proyek ini disusun secara terstruktur dengan target penurunan emisi karbon yang jelas dan terukur,” ujar Munafri.
Pada sektor transportasi, kerja sama Makassar–Yokohama akan mengkaji penerapan teknologi pengendalian lalu lintas berbasis real-time hingga sistem otonom, guna mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi mobilitas, sekaligus menekan emisi kendaraan bermotor.
Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya (SPKLU) serta fasilitas sepeda listrik berbasis energi surya, khususnya di kawasan prioritas dekarbonisasi.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Tampil Berbusana Adat, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya Luwu
Sementara di sektor energi, proyek ini membuka peluang pengembangan energi terbarukan dan teknologi hemat energi, mulai dari pembangkit listrik tenaga surya atap, pemanfaatan teknologi surya generasi terbaru, hingga kajian pemanfaatan panas limbah industri.
Munafri menilai pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan bauran energi bersih dan efisiensi energi, baik di sektor publik maupun swasta, sebagai fondasi pembangunan kota rendah karbon jangka panjang.
“Transformasi menuju kota nol karbon membutuhkan konsistensi kebijakan, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, Makassar siap mengambil peran aktif dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim,” tegasnya.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Hadiri Pelantikan IAS sebagai Ketua PORDI Sulsel
Ia berharap kerja sama dengan Kota Yokohama dan Nippon Koei tidak hanya sebatas transfer teknologi, tetapi juga transfer pengetahuan dan tata kelola kota berkelanjutan, sekaligus menjadi model kolaborasi City-to-City bagi kota-kota lain di Indonesia.
Sementara itu, Konsulat Jepang untuk Makassar, Ohashi Koichi, mengapresiasi langkah Pemkot Makassar dan menilai Makassar sebagai kota strategis untuk pengembangan smart city berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Ia juga menyambut baik rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN-Japan dan kelompok usaha terkait kerja sama kendaraan listrik, termasuk pendirian perusahaan patungan dan fasilitas perakitan lokal.
Baca Juga : Pesawat ATR 42-500 PK-THT Alami Loss Contact, Lokasi pencarian Difokuskan di Wilayah Pegunungan Bantimurung
“Kolaborasi antar kota yang didukung sektor swasta adalah implementasi nyata konsep Smart City. Kami berharap Makassar dan Yokohama menjadi contoh kota berkelanjutan di kawasan ASEAN,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




