Selasa, 24 Februari 2026 11:37

Banjir Rendam Pemukiman, BPBD Makassar Bergerak Cepat Evakuasi Warga

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar evakuasi warga terdampak banjir, Selasa (24/2/2026). @Jejakfakta/dok. BPBD Makassar
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar evakuasi warga terdampak banjir, Selasa (24/2/2026). @Jejakfakta/dok. BPBD Makassar

Hujan deras rendam sejumlah titik di Makassar, BPBD bergerak cepat evakuasi warga dan dirikan posko siaga. Drainase dibersihkan, genangan di beberapa wilayah mulai surut.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Makassar sejak dini hari, Selasa (24/2/2026), memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah. Pemerintah kota bergerak cepat. Instruksi langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin membuat seluruh jajaran turun tangan, sementara BPBD mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk evakuasi dan asesmen darurat.

Sejak pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mendirikan posko siaga di beberapa titik terdampak. Personel TRC disebar untuk memantau situasi, mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan, serta melakukan asesmen cepat guna memastikan kondisi tetap terkendali.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan wali kota agar respons dilakukan tanpa menunggu kondisi memburuk.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal

“Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Titik Terdampak dan Ketinggian Air

Berdasarkan laporan Posko BPBD pukul 06.10–07.00 WITA, sejumlah lokasi terpantau mengalami genangan cukup tinggi:

  • Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang: air mencapai ±100 cm dan menggenangi permukiman warga.
  • Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya: genangan 0–30 cm, sempat membuat akses kendaraan tidak dapat dilalui.
  • Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala: genangan 0–20 cm, masih dapat dilintasi kendaraan.
  • Kelurahan Kapasa RW 6: ketinggian air sekitar 30 cm.
  • Terowongan Rappokalling: genangan ±40 cm, dalam pengawasan ketat untuk mencegah kemacetan dan risiko keselamatan.

Baca Juga : Tahun 2026, Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN

BPBD juga menyiagakan perahu karet dan perlengkapan keselamatan untuk mengantisipasi kenaikan debit air. Koordinasi dilakukan intensif bersama kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait agar penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.

Dinas PU Turun, Drainase Dibersihkan

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bergerak membersihkan saluran air yang tersumbat. Kepala Dinas PU, Zuhaelsi Zubir, menyebut genangan di Jalan Rappokalling Raya, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, mulai berangsur surut setelah dua tim Satgas Drainase diturunkan.

Baca Juga : Di Panakkukang, Wali Kota Makassar Minta Warga Sampaikan Aspirasi Lewat LONTARA+

“Petugas fokus membersihkan sampah yang menyumbat saluran. Setelah dilakukan normalisasi, debit air mulai berkurang dan kondisi membaik,” jelasnya.

Tumpukan sampah yang terbawa arus hujan deras disebut menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air.

Imbauan untuk Warga

Baca Juga : Gubernur Sulsel Dukung Penertiban PKL di Makassar, Ingatkan Masalah Sampah dan Lingkungan

Meski situasi secara umum dinyatakan aman dan terkendali, BPBD mengimbau warga tetap waspada, menghindari jalur dengan genangan tinggi, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan resmi.

Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk hadir dalam setiap kondisi kebencanaan dan memastikan keselamatan warganya tetap menjadi prioritas utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Banjir Makassar #BPBD Makassar #Munafri Arifuddin #Hujan Deras #Genangan Makassar #Evakuasi Warga #Drainase
Youtube Jejakfakta.com