Jumat, 06 Maret 2026 05:49

Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla,  saat memberikan tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026) malam. @Jejakfakta/Istimewa
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, saat memberikan tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026) malam. @Jejakfakta/Istimewa

Jusuf Kalla menegaskan perdamaian dunia harus didasarkan pada keadilan dan penguasaan teknologi saat tausiah Tarawih di Masjid Kampus UGM Yogyakarta.

Jejakfakta.com, YOGYAKARTA – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa upaya menciptakan perdamaian harus didasarkan pada keadilan serta didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disampaikan saat memberikan tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Dalam ceramahnya, Kalla mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa mendamaikan pihak yang berselisih merupakan amal yang lebih utama dibandingkan salat dan puasa sunnah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan manusia.

“Rasulullah mengatakan bahwa amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah mendamaikan orang yang berselisih,” ujarnya.

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora

Kalla menjelaskan bahwa konflik umumnya muncul karena berbagai faktor, mulai dari ketidakadilan, persoalan politik dan sosial, sengketa wilayah, ideologi, hingga agama serta perebutan sumber daya alam. Ia menilai ketidakadilan menjadi penyebab terbesar konflik, termasuk di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa dalam sejarah Indonesia terdapat sedikitnya 15 konflik besar, dan sebagian besar dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

“Dari sekitar 15 konflik besar di Indonesia, sembilan di antaranya terjadi karena ketidakadilan,” katanya.

Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim

Kalla juga menyoroti konflik global yang saat ini banyak terjadi di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Ia menilai situasi tersebut ironis karena ajaran Islam sendiri menekankan pentingnya perdamaian.

Selain itu, ia menyinggung dinamika konflik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, perang modern kini tidak lagi ditentukan oleh jumlah pasukan, tetapi oleh penguasaan teknologi militer seperti roket, drone, dan sistem persenjataan canggih.

“Perang sekarang bukan lagi soal banyaknya tentara, tetapi siapa yang menguasai teknologi,” ujarnya.

Baca Juga : Hangatnya Silaturahmi di Rumah JK, Aliyah: Teladan Kebersamaan yang Terus Hidup

Karena itu, Kalla menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi yang dapat memperkuat kemajuan bangsa.

Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurut Kalla, Indonesia sejak lama telah berkontribusi dalam diplomasi perdamaian, salah satunya melalui gagasan Soekarno yang menggagas Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

Baca Juga : Dari Silaturahmi ke Strategi: Munafri Temui Jusuf Kalla, Bahas Arah Masa Depan Makassar

Dalam kesempatan tersebut, Kalla juga membagikan pengalamannya dalam menyelesaikan konflik di Indonesia, termasuk konflik di Ambon yang berhasil dihentikan melalui perundingan damai yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Malino.

Ia mengatakan pendekatan dialog, keberanian, serta pemahaman agama secara benar menjadi kunci untuk menghentikan kekerasan antarkelompok yang berkonflik.

“Konflik bisa dihentikan jika kita memahami akar masalahnya dan mau duduk bersama mencari solusi,” kata Kalla.

Baca Juga : Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah Bersama Mantan Dubes, Dampaknya ke Ekonomi Global dan Peran Diplomasi Indonesia

Melalui tausiah tersebut, Kalla mengajak masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian serta mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Jusuf Kalla #tausiah Jusuf Kalla #Masjid Kampus UGM #perdamaian dunia #konflik global #Perjanjian Malino #konflik Ambon #teknologi militer #diplomasi perdamaian Indonesia #Konferensi Asia Afrika 1955
Youtube Jejakfakta.com