Sabtu, 07 Maret 2026 23:02

PSM Makassar Benahi Struktur Teknis, Zulkifli Syukur Resmi Jadi Direktur Teknik

Editor : Redaksi
Direktur Teknis PSM Makassar Zulkifli Syukur. @Jejakfakta/Istimewa
Direktur Teknis PSM Makassar Zulkifli Syukur. @Jejakfakta/Istimewa

Penunjukan Zulkifli Syukur menjadi bagian dari langkah manajemen untuk menata kembali struktur teknis tim di tengah rentetan hasil kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Perubahan menarik terjadi di tubuh PSM Makassar pada pekan ke-25 Super League 2025/2026. Bukan hanya soal strategi di lapangan saat menghadapi Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu malam (7/3/2026), tetapi juga menyangkut struktur di bangku teknis Pasukan Ramang.

Nama yang sebelumnya santer disebut bakal mengambil alih kursi pelatih kepala, Tony Ho, justru tidak tercantum dalam daftar resmi staf pelatih PSM pada laga tersebut. Sebaliknya, muncul satu nama baru dalam struktur tim, yakni Zulkifli Syukur.

Mantan bek kanan tim nasional Indonesia sekaligus eks kapten PSM Makassar itu kini resmi mengemban jabatan sebagai direktur teknik klub. Sementara posisi pelatih kepala masih tetap dipercayakan kepada Tomas Trucha.

Baca Juga : Munafri dan Coach Darije Satukan Semangat Kebangkitan PSM Makassar: "Ewako PSM!"

Penunjukan Zulkifli Syukur menjadi bagian dari langkah manajemen untuk menata kembali struktur teknis tim di tengah musim yang tidak mudah. PSM saat ini sedang menghadapi periode sulit setelah mengalami rentetan hasil kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah dinamika tersebut, asisten pelatih Ahmad Amiruddin berupaya mengembalikan fokus tim pada satu hal mendasar, yakni mentalitas bertanding.

Menjelang pertandingan melawan Malut United di Ternate, Amiruddin meminta para pemain tampil tanpa beban. Ia berharap para pemain mampu membawa kualitas yang mereka tunjukkan saat latihan ke dalam pertandingan resmi.

Baca Juga : PSM Makassar Tunjuk Kembali Darije Kalezic sebagai Pelatih Kepala Musim 2026/2027

“Yang saya pesankan kepada pemain, percaya diri, berlatihlah seperti kamu bertanding, dan bertandinglah seperti kamu berlatih. Itu saja,” ujar Ahmad Amiruddin dalam konferensi pers jelang laga.

Pesan tersebut terdengar sederhana, namun di baliknya tersimpan evaluasi mendalam dari tim pelatih. Amiruddin mengakui terdapat perbedaan cukup mencolok antara performa tim saat latihan dengan saat pertandingan.

Menurutnya, dalam sesi latihan para pemain kerap tampil meyakinkan dengan intensitas tinggi serta eksekusi taktik yang berjalan baik. Namun ketika memasuki pertandingan resmi, performa tim sering kali tidak mencerminkan apa yang mereka tunjukkan di latihan.

Baca Juga : Dari Kalah Lawan Kotak Kosong hingga Jadi Wali Kota, Munafri Motivasi Mahasiswa FH Unhas Pantang Menyerah

“Problem utama kami yang sedang kami pelajari sampai hari ini adalah kenapa performa saat latihan dan pertandingan bisa jauh berbeda,” kata Amiruddin.

Setiap sesi latihan, lanjutnya, selalu diakhiri dengan analisis mendalam oleh tim pelatih. Mereka mengevaluasi detail permainan, mempelajari pola taktik, serta memetakan potensi perbaikan yang perlu dilakukan.

Dari analisis tersebut, tim pelatih sebenarnya kerap merasa optimistis menjelang pertandingan. Namun realitas di lapangan sering menghadirkan hasil yang berbeda dari harapan.

Baca Juga : PSM Makassar Bangkit, Tekuk Persik Kediri 3-1 dan Dekati Zona Tengah Klasemen

Situasi ini membuat PSM tidak hanya berjuang secara teknis, tetapi juga secara psikologis.

Selain soal mental bertanding, Amiruddin juga mengingatkan para pemain tentang pentingnya menjaga kebanggaan terhadap klub yang mereka bela.

Ia menegaskan bahwa mengenakan jersey merah marun PSM Makassar bukan sekadar bermain sepak bola, tetapi juga membawa kehormatan bagi klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia.

Baca Juga : Comeback Taktis di Babak Kedua, PSM Makassar Petik Kemenangan Dramatis

“Selalu punya kebanggaan ketika kalian memakai jersey PSM,” ujarnya.

Amiruddin juga tidak menutup mata terhadap kondisi tim saat ini. Ia mengakui PSM sedang berada dalam fase yang tidak ideal akibat rentetan hasil buruk yang mereka alami.

Meski demikian, ia melihat komitmen para pemain tetap tinggi dalam setiap sesi latihan. Hal itu menjadi modal penting bagi tim untuk bangkit dari masa sulit.

“Memang PSM dalam kondisi kurang bagus karena rentetan hasil yang buruk. Tapi kami melihat para pemain terus bekerja keras. Insyaallah masa-masa sulit ini akan kami lalui bersama,” tuturnya.

Dengan hadirnya Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik dan tetapnya Tomas Trucha sebagai pelatih kepala, PSM Makassar kini mencoba mencari kembali identitas permainan mereka.

Pertandingan melawan Malut United di Stadion Gelora Kie Raha pun menjadi momentum penting bagi Pasukan Ramang, bukan hanya untuk meraih poin, tetapi juga untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki kekuatan untuk bangkit di sisa musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#PSM Makassar #Zulkifli Syukur #Tomas Trucha #Ahmad Amiruddin #Malut United #Super League 2025/2026 #Direktur Teknik PSM #Liga Indonesia #Pasukan Ramang
Youtube Jejakfakta.com