Jejakfakta.com, Makassar - Ratusan warga jalan Monginsidi Baru Kecamatan Makassar terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir hingga pinggul orang dewasa. Banjir kali ini merupakan yang terparah selama tinggal di Makassar.
Hal itu disampaikan Hendrik Daeng Naung, Senin (13/2/2023). Ia mengaku, air naik sekitar pukul 12.00 Wita dan ini kali pertama daerah tempat tinggalnya mengalami kebanjiran.

"Semua sudah mengungsi, sekitar jam 12 airnya tiba-tiba membesar dan baru pertama kali terjadi di sini," ujar Hendrik, saat ditemuai Jejakfakta.com.
Baca Juga : Trotoar Jalan Tinumbu Ditata Ulang, Hak Pejalan Kaki Kembali dan Drainase Optimal
"Mohon bantuannya, karena kebanyakan anak-anak kecil di dalam (mengungsi)," lanjutnya.
Laporan Kasatpol PP Ikhsan MS, menyebutkan, sekitar 500 warga yang mengungsi di kampus Universitas Terbuka Makassar dan 20 warga dalam kondisi sakit.
"Ada kurang lebih 500 warga yang mengungsi di sini, sesuai laporan pak RT ada kurang lebih 20 orang yang mengungsi dalam kondisi sakit," sebutnya.
Baca Juga : Respons Cepat Aduan Warga, BPBD Makassar Turun Bersihkan Kanal Bara-Baraya Timur
Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membuatkan dapur umum buat warga yang mengungsi.
Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mendatangi tempat pengungsian di Jalan Monginsidi Baru
Nana mengungkapkan Makassar sebagai kota yang paling terdampak banjir dari sejumlah kabupaten/kota di Sulsel yang dilanda Banjir.
"Jadi ada 16 titik yang terdampak dari pada banjir. Tetapi, alhamdulillah tidak ada korban yang meninggal," uangkapnya.
Diketahui, ada tiga kelurahan di kecamatan Makassar yang terdampak banjir ekstrim yaitu, kelurahan Maricayya Baru dengan pengungsi sekitar 600 jiwa dan Barabaraya Selatan sekitar 300 jiwa.
Sementara di kelurahan Maccini Gusung yang berdampak sekitar 200 jiwa, namun banyak warga yang tidak ingin meninggalkan rumahnya.
Nana mengungkapkan masyarakat yang terdampak sudah dievakuasi dibeberapa titik serta akan di sediakan dapur umum dan posko kesehatan di lokasi pengungsian.
"Langkah kedapan kami akan menyiapkan dapur umum, kerja sama dengan PMI, Pemkot untuk menyiapkan posko kesehatan dan juga memberikan bantuan dalam bentuk makanan kepada korban," ungkap Nana.
Untuk keamanan rumah yang ditinggal mengungsi, pihaknya bersama jajaran TNI melakukan pengamanan untuk mengantisipasi adanya penjarahan ke rumah warga.
Baca Juga : Satgas Drainase Bergerak Cepat, Genangan di Titik Viral Pettarani Berhasil Surut
Dari pantauan jejakfakta.com, saat ini posko banjir BPBD Makassar dan posko kesehatan sementara dibangun di beberapa titik posko pengungsian.
Adapun titik pengungsian, kata Camat Makassar, Akbar Yusuf, ada 4 lokasi, yakni di Universitas Terbuka Jl. Monginsidi Baru, Masjid di Jl. Sungai Walanae, Masjid di Jalan Sungai Saddang Baru terdapat dua lokasi, dan Masjid di depan kantor lurah Barabaraya Selatan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




