Kamis, 02 November 2023 20:23

Demo Tolak Politik Dinasti di Makassar Dibubarkan, Polisi: Kami Dapat Komplain Warga Sudah 5 Hari Macet

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Sebanyak 11 orang peserta aksi dari PMII Komisariat Handayani Makassar diamankan polisi saat demo di depan kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (2/11/2023). @Jejakfakta/Samsir
Sebanyak 11 orang peserta aksi dari PMII Komisariat Handayani Makassar diamankan polisi saat demo di depan kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (2/11/2023). @Jejakfakta/Samsir

Mahasiswa menyoroti kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pengalihan lahan masyarakat Rempang dan menolak praktek politik dinasti.

Jejakfakta.com, Makassar -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Handayani Cabang Makassar menggelar aksi di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dibubarkan paksa polisi, Kamis (2/11/2023). Aksi tersebut dianggap meresahkan pengguna jalan yang melintas.

Dalam pantauan Jejakfakta.com di lokasi sekitar pukul 16.30 Wita peserta aksi menutup jalan dan berorasi, sekitar 30 menit berlangsung langsung dibubarkan aparat kepolisian.

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kebijakan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tekait kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pengalihan lahan masyarakat Rempang dan menolak praktek politik dinasti.

Baca Juga : Makassar Siap Gelar Pemilihan RT/RW: Polrestabes Terjunkan 400 Polisi Turun Amankan Lokasi TPS

Kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Darminto yang dibantu tim Tim Jatanras dan Sabhara Polrestabes Makassar yang mendatangi lokasi aksi melakukan pembubaran.

Peserta demo pun langsung membubarkan diri, ada yang masuk ke dalam beberapa tokoh kios yang berjejer di Jalan Alauddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa pembubaran paksa tersebut lantaran sudah dikeluhkan pengguna jalan yang hampir setiap hari terjadi demo sepanjang jalan Alauddin.

Baca Juga : Makassar Perangi Narkoba, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Bebas Narkotika

AKBP Darminto, mengatakan, pihaknya bersama timnya terpaksa membubarkan aksi tersebut lantaran sudah beberapa hari mendapat komplain dari masyarakat.

"Ini sudah lima hari setiap sore. Walaupun ada izinnya pemberitauan kepada kepolisian, tapi menutup jalan," ungkap Darminto saat ditemui di lokasi, Kamis (2/11/2023).

"Seperti ini mobil yang bawa barang, kalau barangnya busuk siapa yang mau tanggungjawab. Kemudian pegawai-pegawai negeri yang mau pulang terhambat di sini (Jalan Sultan Alauddin). Kami dikomplain selama empat hari, jadi saya tertibkan, tidak ada lagi unjuk rasa di sini," sambungnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Beri Penghargaan Khusus kepada Tim Jatanras Polrestabes atas Pemulangan Bilqis

Sebanyak 11 orang peserta aksi diamankan pihak kepolisian dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Makassar.

Diketahui, peserta aksi tersebut berasal dari mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Handayani Cabang Makassar. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Mahasiswa #dibubarkan paksa #membubarkan diri #Tim Jatanras #Polrestabes Makassar #politik dinasti
Youtube Jejakfakta.com