Kamis, 30 November 2023 17:56

Pentingnya Peran Media dan Masyarakat Sipil, Bawaslu Sulsel Diminta Kolaborasi Awasi Pemilu 2024

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Samsir
Dialog tematik 'Urgensi Keterbukaan Informasi Publik oleh Penyelenggara Pemilu' yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel), di Hotel d’Maleo, Jalan Pelita Raya, Rabu (29/11/2023). @Jejakfakta/Samsir
Dialog tematik 'Urgensi Keterbukaan Informasi Publik oleh Penyelenggara Pemilu' yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel), di Hotel d’Maleo, Jalan Pelita Raya, Rabu (29/11/2023). @Jejakfakta/Samsir

Bawaslu menyiapkan dalam bentuk imbauan dan pencegahan.

Jejakfakta.com, Makassar -- Peran media sangat penting dalam melakukan kerja-kerja pengawasan Pemilu 2024, dengan menghadirkan informasi penting dan valid kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi pembasahan oleh sejumlah narasumber saat dialog tematik 'Urgensi Keterbukaan Informasi Publik oleh Penyelenggara Pemilu' yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel), di Hotel d’Maleo, Jalan Pelita Raya, Rabu (29/11/2023).

Narasumber yang dihadirkan adalah Dr Hasrullah sebagai akademisi, Suparno selaku praktisi media, dan Alamsyah sebagai Anggota Bawaslu Sulsel. Sejumlah jurnalis dan mahasiswa hadir sebagai peserta diskusi.

Suparno dalam penyampaiannya menekankan pentingnya peran media dalam melakukan pengawasan pemilu. Sebab, hadirnya media dapat memberikan informasi yang penting dan valid terhadap masyarakat. Apalagi di Era reformasi saat ini yang sudah cukup terbuka dibanding masa sebelumnya.

"Teringat 1999 awal pertama kali pemilu, peran penting media mengawasi pemilu sangat besar. Karena waktu itu kita baru keluar dari masa Orde Baru, bagaimana masyarakat belum bisa menerima utuh informasi. Di situlah peran media, sangat kompeten, mengawal sehatnya pesta demokrasi," ujarnya.

Kendati demikian, disebutkan Suparno bahwa pemilu yang berjalan dalam beberapa terakhir itu seolah terkesan menyerupai masa-masa orde baru.

Namun dengan begitu, peran media sangat dibutuhkan melakukan kolaborasi dengan Bawaslu untuk mengawasi pemilu 2024 mendatang.

"Kehadiran Bawaslu saya pikir menjadi lembaga sangat terpercaya, harapan publik melakukan pengawasan. Tapi Bawaslu tidak bisa jalan sendiri dengan perkembangan zaman saat ini. Bagaimana teman teman media menjadi partner Bawaslu, bersama menciptakan proses demokrasi yang sehat,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Dr. Hasrullah, bahwa Bawaslu dan media perlu melakukan kolaborasi. Terutama dalam mencegah informasi yang bernuansa hoax. Sebab di era digital saat ini, begitu banyak informasi yang beredar dan seolah tak mampu lagi dibendung.

“Sekarang yang luar biasa adalah buzzer, karena sudah terang-terangan dan ini mencederrai demokrasi. Saya menganggap Pemilu harus ditongkrongi, pergerakan opini publik dalam pesta politik. Kemudian negatif campaign yang berbahaya sekarang, soal netralitas, tapi kita tidak tahu ini milik siapa,” ucapnya.

Tak sampai di situ, ditegaskan Hasrullah bahwa Bawaslu juga perlu menggait mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil yang masih punya nilai idealisme dalam melakukan kerja-kerja pengawasan.

"Harus mengajak orang-orang yang punya idealisme. Perlu mengajak kampus, minimal ini menjadi kolaborasi yang bagus, kemudian mengajak NGO yang punya idealisme,” saran Hasrullah.

Sementara itu, Alamsyah, anggota Bawaslu Sulsel mengaku sampai saat ini belum mendapat laporan semenjak masa kampanye telah dimulai.

Kendati demikian, pihaknya saat ini tengah fokus pada proses pencegahan. Selain itu, pihaknya telah mengeluarkan imbauan terhadap penyelenggara Pemilu yang harus dipatuhi. Bawaslu menyiapkan dalam bentuk imbauan dan pencegahan.

"Kampanye sampai saat ini belum ada yang masuk baik dari sengketa proses maupun penanganan pelanggaran," ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pemilu 2024 #Informasi publik #Peran Media #era digital #Bawaslu Sulsel
Youtube Jejakfakta.com