Program Prioritas MULIA, PDAM Makassar Turun Survei Calon Penerima Pemasangan Gratis
Advetorial
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya atas layanan air bersih. Prinsipnya, ini bukan hanya soal instalasi pipa, tapi soal keadilan dan peningkatan kualitas hidup,” kata Nanang.
Laporan: Humas PDAM Makassar
Makassar - Perumda Air Minum (PDAM) Makassar survei langsung ke rumah-rumah calon pelanggan lewat program gratis pemasangan baru.
Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar Nanang Supriyatno yang memimpin survei salah satu program prioritas Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin - Aliyah Mustika (Mulia) ini.
Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih
“Survei langsung ke rumah warga ini penting untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan prioritas pemasangan sambungan baru. Dengan program sambungan gratis, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan PDAM ke seluruh pelosok kota,” kata Nanang dalam siaran pers PDAM Makassar, Kamis (5/6/2016).
PDAM, lanjut Nanang, tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memiliki misi sosial dalam memastikan akses air bersih dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Survei ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menjamin bantuan diberikan secara tepat sasaran, berdasarkan data yang valid dan verifikasi langsung di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya atas layanan air bersih. Prinsipnya, ini bukan hanya soal instalasi pipa, tapi soal keadilan dan peningkatan kualitas hidup,” katanya.
Baca Juga : PDAM Makassar Kebutan Koneksi Pipa Pongtiku, Plt Dirut Hamzah Ahmad Tinjau Pengerjaan hingga Larut Malam
Dia menyampaikan, PDAM berkomitmen penuh dalam menjalankan prinsip pelayanan publik yang inklusif, profesional, dan transparan, termasuk dalam pelaksanaan program sosial seperti ini.
Adapun program ini ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:
(1) Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Kota Makassar (dibuktikan dengan KTP);
Baca Juga : PDAM Makassar Tanggap Cepat Keluhan Pelanggan, Kualitas Air di Mallengkeri Kembali Dinormalisasi
(2) Memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Kota Makassar (UMK) sebesar Rp 3.880.136;
(3) Menggunakan daya listrik rumah tangga kecil (450–900 watt);
(4) Memiliki bukti kepemilikan rumah atau surat kuasa dari pemilik rumah untuk memasang instalasi air;
Baca Juga : Sinergi Dewas dan Direksi Perumda Air Minum Makassar Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik
(5) Lokasi rumah berada di area yang telah tersedia jaringan pipa distribusi aktif dari PDAM;
(6) Melengkapi dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, bukti pembayaran PBB, rekening listrik, dan jika ada NPWP;
(7) Penentuan akhir penerima manfaat dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan survei lapangan oleh tim PDAM;
Baca Juga : Hamzah Ahmad Sambut Tim BPK, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas
(8) Batas maksimal pemasangan pipa adalah 20 meter dari jalur pipa distribusi utama.
Pelaksanaan program ini berlandaskan Keputusan Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar Nomor: 270/B.3a/V/2025 tentang Pemasangan Sambungan Baru Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Keputusan tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut dari arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menekankan pentingnya akses air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi tanpa memberatkan warga kurang mampu.
Dalam konsideransnya, keputusan direksi ini merujuk pada berbagai regulasi nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (yang telah diperbarui dengan UU Nomor 6 Tahun 2023), Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, serta Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perumda Air Minum.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerangkan program sambungan langsung gratis ini bertujuan untuk memperluas layanan PDAM dan meringankan beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.
“Kita akan menyesuaikan program ini dengan perencanaan PDAM. Misalnya, jika mereka merencanakan pemasangan pipa ke timur, kita akan ikut mendukung ke arah itu, agar programnya sejalan,” ujar Munafri.
Menurut Munafri, pemasangan pipa gratis ini dikhususkan bagi warga yang ingin melakukan sambungan baru. Namun, biaya pemakaian air bulanan tetap menjadi tanggungan pelanggan.
“Sambungan baru kita gratiskan, tapi tagihan bulanannya tetap berjalan seperti biasa. Ini agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih tanpa terbebani biaya pemasangan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini masuk dalam prioritas pemerintah karena banyak warga yang enggan menggunakan layanan PDAM akibat biaya pemasangan awal yang cukup mahal. Dengan program ini, diharapkan cakupan layanan PDAM semakin luas dan pendapatan perusahaan daerah juga meningkat.
“Kadang warga enggan pakai PDAM karena harus bayar dulu untuk pemasangan baru. Nah, kita bantu biaya awalnya supaya mereka bisa menikmati layanan air bersih tanpa kendala,” kata Munafri.(advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News