Dua Berita Jelang Roh Dicabut
Nasihat Islami
Aisyah ra berkata, 'Perbanyaklah mengingat kematian, pasti hatimu akan lembut'."
Zikrul maut! Perbanyak.
Renungkanlah kematian sebelum hilangnnya kesempatan.
Abu Hurairah ra, meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Baca Juga : Keutamaan Anak yang Saleh, Harta Abadi Orang Tua
"Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (maut)." (HR At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Al-Albani dalam Shahihul Jami (1210).
Ka'ab berkata, "Barangsiapa yang mengenal kematian, niscaya segala musibah dan kesusahan dunia akan terasa ringan olehnya."
Shafiyyah ra berkata, "Ada seorang wanita yang mengadu kepada Aisyah ra mengenai hatinya yang keras. Maka, Aisyah ra berkata, 'Perbanyaklah mengingat kematian, pasti hatimu akan lembut'."
Baca Juga : Kompleksitas Kehidupan dan Tahun Baru
Mari merenungi ayat Alquran tentang permintaan hamba yang sekarat.
"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu: lalu ia berkata, 'Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh'." (QS. Al Munafiqun: 10).
Ialah ajal yang dekat, yakni jika telah disingkap sekat (penutup). Seorang hamba akan berkata ketika kematiannya, "Wahai malaikat maut beri tangguhlah kepadaku satu hari saja, agar aku bisa beramal saleh untuk diriku!" Malaikat maut menjawab, "Engkau telah menghabiskan hari-hari, maka tiada lagi hari bagimu. Engkau telah menghabiskan waktu-waktu, maka tiada lagi waktu bagimu." Hamba berkata, "Izinkan aku berkata!" Lalu ia berkata, "Beri tangguhlah aku beberapa saat!" Malaikat menjawab, "Engkau telah menghabiskan perkataanmu, maka tiada lagi perkataan bagimu."
Baca Juga : Diam Bikin Hati Bersinar, Otak Cerdas dan Dibenci Setan
Kemudian sampailah roh di kerongkongan. Lalu ia diambil, ditahan hingga terputuslah kesempatan dan amalan, serta yang tersisa beberapa napas agar ia bisa melihat sendiri pada saat disingkapnya sekat, hingga matanya menyorot tajam. Di akhir napasnya, keluarlah ruh dari jasadnya, lalu disambutlah ia oleh kecelakaan atau kebahagiaan yang lebih cepat sampai kepadanya.
Dalam keadaan sekarat, kekuatan melemah dan ruh-ruh mereka siap sedia untuk keluar.
Roh-roh mereka tak akan keluar selagi mereka belum mendengar seruan malaikat maut dengan salah satu dari dua kabar gembira, "Bergembiralah dengan neraka wahai musuh Allah!" Atau, "Bergembiralah dengan surga wahai wali Allah!" Dari sini ketakutan Orang-orang yang memiliki akal muncul.
Baca Juga : Hukum Umat Islam Ikut Perayaan Natal Bersama
Dari Aisyah ra, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
'Barangsiapa yang senang berjumpa dengan Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, Allah pun benci berjumpa dengannya. Maka aku bertanya, 'Wahai Nabi Allah, apakah maksudnya benci kematian? Sebab setiap dari kita benci kematian. 'Nabi menjawab, 'Bukan begitu, tapi seorang mukmin itu jika diberi kabar gembira dengan rahmat dan keridhaan Allah serta surga-Nya, ia akan senang berjumpa dengan Allah sehingga Allah senang berjumpa dengannya. Adapun orang kafir, jika diberi kabar gembira dengan azab dan kemurkaan Allah, ia benci berjumpa dengan Allah dan Allah pun benci berjumpa dengannya'." (HR Muslim).
Baca Juga : Abu Milaq Tak Jadi Dibunuh Usai Baca Doa Ini
Oleh:
Shalahuddin As-Said (2007: 53-54)
Referensi
Abu Anas Shalahuddin Mahmud As-Said. 2007. Detik-Detik Sakaratul Maut. Solo: Aqwam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News