Prodi Manajemen Unismuh Gelar Kuliah Tamu Internasional, Tekankan Riset Berbasis Nilai Islami

FEB Unismuh Makassar menggelar kuliah tamu bertaraf internasional, tema “Qualitative Research Methods: An Islamic Approach” di Mini Hall Lantai 8, Senin (30/6/2025). @Jejakfakta/Istimewa

Integrasi teknologi, seperti aplikasi nVivo, dapat memperkuat validitas dan efektivitas dalam menganalisis fenomena sosial dari perspektif Islam.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kuliah tamu bertaraf internasional pada Senin, 30 Juni 2025. Bertempat di Mini Hall Lantai 8 Gedung FEB Unismuh, kegiatan ini mengangkat tema “Qualitative Research Methods: An Islamic Approach”.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Alamsjah, S.T., S.E., M.M., dosen Prodi Manajemen FEB Unismuh dan Dr. Nurizal Ismail, S.E.I., M.A., Ph.D., akademisi dari International Islamic University Malaysia (IIUM). Diskusi dipandu oleh Dr. Muryani Arsal, S.E., M.M., Ak., C.A., dosen FEB Unismuh.

Dalam pemaparannya, Alamsjah menekankan pentingnya keterampilan multidisipliner dalam penelitian kualitatif. Menurutnya, penguasaan teknik wawancara dan analisis data saja tidak cukup. Peneliti juga perlu memahami ilmu-ilmu terkait guna menghasilkan riset yang lebih komprehensif.

Baca Juga : Kawanan Bertopeng Bersenjata Teror Lima Kampus di Makassar, Polisi Masih Selidiki Motif

“Untuk analisis data, terutama di tingkat sarjana, metode pengkodean (coding) umumnya digunakan karena jumlah informan yang terbatas. Namun, untuk data yang lebih besar, sebaiknya digunakan perangkat lunak seperti nVivo agar analisis lebih terstruktur,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen waktu dalam proses pengumpulan data agar hasil riset tetap akurat.

Sementara itu, Dr. Nurizal Ismail menguraikan pendekatan kualitatif dalam riset yang berorientasi pada nilai-nilai Islam. Ia menyebutkan bahwa integrasi teknologi, seperti aplikasi nVivo, dapat memperkuat validitas dan efektivitas dalam menganalisis fenomena sosial dari perspektif Islam.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ajang pertukaran gagasan antara akademisi dari dalam dan luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru