IAS Ingin Golkar Kembali Bangkit di Sulsel: Siap Wakafkan Diri untuk Partai
IAS mengaku memiliki tanggung jawab moral sebagai kader senior untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Politikus senior Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menyatakan harapannya agar Golkar kembali berjaya dalam Pemilu mendatang, terutama di daerah Sulsel yang selama ini dikenal sebagai basis kuat partai berlambang pohon beringin itu.
IAS menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke sejumlah pengurus Golkar di berbagai daerah. Kunjungan ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali kejayaan partai pasca hasil Pemilu 2024 yang dinilai tidak memuaskan.
“Kenapa saya melakukan silaturahmi? Karena saya mengajak teman-teman berpikir tentang masa depan Golkar. Sulawesi Selatan adalah lumbungnya Golkar. Tapi Pemilu 2024 ini untuk pertama kalinya kita tidak menjadi pemenang,” ujar IAS, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga : Bersama Gubernur, Bupati Ibas Ikuti Jalan Santai "Anti Mager" di HUT ke-18 Toraja Utara
IAS yang akrab disapa Aco menegaskan dirinya terpanggil untuk terlibat aktif dalam membenahi internal partai. Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral sebagai kader senior untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.
“Semangat itu yang membuat saya merasa terpanggil. Mari kita berkolaborasi. Ini tanggung jawab moral saya untuk meluangkan waktu, bahkan mewakafkan diri demi partai ini,” tegasnya.
Terkait dinamika kepemimpinan baru di tubuh DPD Golkar Sulsel, IAS mengaku menghormati seluruh proses yang dilakukan oleh pengurus pusat. Ia juga menekankan pentingnya sikap legowo dalam menerima hasil musyawarah.
Baca Juga : Penyaluran Kartu Lansia Lutim Rampung, 4.000 Lansia Kini Nikmati Manfaat Program
“Ada proses yang dilakukan DPP. Saat ini DPD sedang bermusyawarah. Siapa pun yang terpilih, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, harus siap berdemokrasi dan tidak menjatuhkan organisasi,” ucapnya.
IAS juga menyatakan kesiapannya jika diberi amanah untuk memimpin Golkar di Sulawesi Selatan. Namun, ia menegaskan bahwa peran kader tidak harus selalu di pucuk pimpinan, melainkan bisa melalui kerja kolaboratif.
“Kalau pun diberi amanah menjadi pemimpin, Alhamdulillah. Kalau tidak, mari kita tetap bekerja sama menjadikan partai ini besar,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News