Wali Kota Makassar Dukung Pengembangan Kawasan Summarecon Sebagai Kota Mandiri Modern
Keberadaan Pasar Mandiri di kawasan SMM sebagai contoh revitalisasi pasar tradisional yang dapat dijadikan model untuk wilayah lainnya.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima jajaran manajemen Summarecon Mutiara Makassar (SMM) di Ruang Kerja Wali Kota, Jumat (18/7/2025). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan sektor swasta dalam pembangunan kawasan terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Summarecon dalam mengembangkan kawasan hunian dan komersial berkualitas di Makassar.
“Kami ingin mengetahui secara detail rencana-rencana pembangunan agar bisa memberikan dukungan maupun intervensi yang diperlukan,” ujar Munafri.
Baca Juga : Munafri Buka Makassar Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Ia menilai bahwa konsep pengembangan kawasan oleh Summarecon telah menjadi model percontohan nasional yang mulai memberikan dampak positif bagi Kota Makassar. Pemerintah kota, lanjutnya, siap bersinergi dalam mendukung pembangunan yang selaras dengan arah penataan ruang kota.
“Kawasan yang dikembangkan Summarecon memiliki nilai sebagai percontohan. Kolaborasi dengan investor seperti ini penting untuk membangun kota secara bersama-sama,” tambahnya.
Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan sistem perizinan yang cepat, murah, dan transparan melalui layanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang menyimpang dari prosedur resmi, karena dapat merugikan iklim investasi.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Pembaruan Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Akuntabilitas Pemerintah
“Kami pastikan proses perizinan melalui PTSP efisien dan transparan. Jangan ada oknum yang jadi beban bagi investor,” tegasnya.
Pasar Mandiri dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan
Wali Kota juga menyoroti keberadaan Pasar Mandiri di kawasan SMM sebagai contoh revitalisasi pasar tradisional yang dapat dijadikan model untuk wilayah lainnya.
Baca Juga : Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja
“Pasar ini bisa menjadi standar baru pengelolaan pasar yang bersih, tertib, dan modern,” ucap Munafri.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara terintegrasi di kawasan tersebut, sejalan dengan upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kota.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan serius sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Baca Juga : Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Summarecon: Kota Mandiri Berorientasi Masa Depan
Direktur PT Sinergi Mutiara Cemerlang, Kiplongang Akemah, menjelaskan bahwa proyek SMM dirancang sebagai kota mandiri yang terintegrasi, mulai dari hunian, bisnis, pendidikan, hingga rekreasi.
“Summarecon bukan hanya investasi, tapi membawa pendekatan pembangunan kota yang holistik dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Maulid Akbar Pesisir di Paotere, Ustaz Das’ad Latif Jadi Penceramah
Kiplongang juga menyoroti posisi strategis SMM yang berada di antara Pelabuhan Newport dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai potensi besar bagi pertumbuhan kawasan.
“Kawasan ini sangat potensial untuk tumbuh sebagai pusat pertumbuhan baru di Makassar,” tandasnya.
Dengan konsep kota modern yang tertata dan fungsional, pihak Summarecon berharap proyek ini memberi manfaat luas bagi masyarakat Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News