Suardi Dg Naba Bangun Masjid di Kampung Halaman Setelah Sukses Merantau Jadi Pelaut

Suardi bersama keluarga besarnya, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Munawwarah di RW 09 Timbuseng, Jumat (25/7/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Masjid Al Munawwarah akan dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, dengan bangunan utama sekitar 1.000 meter persegi dan kapasitas 200 jemaah.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Setelah lebih dari tiga dekade mengadu nasib di perantauan sebagai pelaut, H. Suardi Dg Naba akhirnya kembali ke kampung halamannya di RW 06 Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Kepulangan pria berusia 50 tahun itu bukan hanya untuk bernostalgia, melainkan membawa misi mulia: membangun masjid sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan cinta tanah kelahiran.

Pada Jumat, 25 Juli 2025, Suardi bersama istri tercinta Hj. Sri Rahmawati Dg Rella (55), serta keluarga besarnya, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Munawwarah di RW 09 Timbuseng, yang berbatasan langsung dengan kampung kelahirannya.

Pembangunan masjid tersebut didasari oleh niat tulus untuk menghormati dan mengabadikan jasa kedua orang tua Suardi, almarhum Cora Dg Binto dan Jalo Dg Mappa.

Baca Juga : Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Wabup Gowa Dorong Baitul Iman Jadi Pusat Kebersamaan Warga

“Ini adalah tanah peninggalan orang tua saya. Mereka sudah tiada, tapi saya ingin membalas jasa mereka. Semoga masjid ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya untuk mereka berdua,” ujar Suardi dengan mata berkaca-kaca.

Masjid yang diberi nama Al Munawwarah, yang berarti bercahaya, juga terinspirasi dari makna nama sang ibu.

Kisah Sukses Suardi Dg Naba di Perantauan

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Bangun Dua Masjid di Aceh Tamiang, Wujud Solidaritas Daerah Terdampak Bencana

Suardi meninggalkan Makassar pada tahun 1993 saat berusia 18 tahun. Merantau ke Jakarta dengan tekad mengubah nasib, ia awalnya menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Namun, semangat belajarnya membawanya melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran.

Karirnya pun berkembang pesat. Ia dipercaya sebagai Kepala Kamar Mesin di kapal-kapal besar dan sempat bekerja di PT Tanto, Surabaya. Di Jakarta pula, ia bertemu jodohnya, Hj. Sri Rahmawati, yang kemudian dinikahinya pada 1999. Mereka kini menetap di Jalan Upaya Utara No. 73, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Masjid Al Munawwarah Jadi Simbol Pengabdian

Baca Juga : Wali Kota Munafri Arifuddin Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

Masjid Al Munawwarah akan dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, dengan bangunan utama sekitar 1.000 meter persegi dan kapasitas 200 jemaah. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 1 tahun 8 bulan, meski Suardi berharap bisa lebih cepat.

“Mudah-mudahan masjid ini bisa jadi pusat ibadah dan silaturahmi warga. Saya ingin semua bisa merasakan manfaatnya,” kata Suardi.

Peletakan batu pertama juga dihadiri oleh Lurah Barombong, Heru Nugraha, yang memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Suardi.

Baca Juga : Masjid Nurul Hidayah Puncak Indah Dibangun Lebih Megah, Bupati Irwan Letakkan Batu Pertama

“Saya berharap bisa mengikuti jejak beliau jika diberikan rezeki. Semoga pembangunan Masjid ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Heru.

Masjid Al Munawwarah diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan spiritual warga sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru