Dihadapan Menteri BKKBN, Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen Turunkan Stunting dan Bangun Keluarga Tangguh

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (28/7/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

BKKBN menyalurkan bantuan senilai Rp800 juta untuk 200 keluarga berisiko stunting di Sulawesi Selatan hingga Desember 2025.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mempercepat penurunan angka stunting dan membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan ini disampaikannya dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (28/7/2025), yang turut dihadiri Menteri BKKBN RI, Dr. H. Wihaji.

Dalam acara bertema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, Munafri menekankan bahwa keluarga sehat dan berkualitas adalah kunci membentuk generasi unggul.

Baca Juga : Ketua KONI Makassar Tegaskan Hibah Rp15 Miliar Sah, Disahkan DPRD dan Siap Diaudit

Ia menyampaikan bahwa Pemkot Makassar telah menyusun program-program strategis, termasuk penguatan edukasi keluarga, intervensi gizi, serta penganggaran yang terarah untuk penanganan stunting.

“Pembangunan keluarga tidak boleh setengah hati. Hanya dengan keluarga sehat dan berkualitas, kita bisa melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Munafri.

Ia menambahkan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum nasional untuk merefleksikan pentingnya keluarga sebagai pondasi bangsa.

Baca Juga : Hari Ini Musda Golkar Sulsel Dibuka Bahlil, IAS Hampir Pasti Terpilih Aklamasi

Munafri juga memaparkan keberhasilan Pemkot Makassar dalam membentuk Kampung Keluarga Berkualitas, program prioritas daerah untuk meningkatkan solidaritas sosial dan kualitas hidup masyarakat.

Pemkot Makassar, lanjutnya, terus bersinergi dengan BKKBN melalui Program Bangga Kencana, melibatkan lintas sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan tokoh masyarakat dalam pembangunan keluarga.

“Keluarga tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan perlindungan, edukasi, dan dukungan nyata dari negara,” tegasnya.

Baca Juga : IAS Jadi Kandidat Pertama Kembalikan Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel, Pengembalian Dijadwalkan Hari Ini

Dalam kesempatan tersebut, Kota Makassar berhasil meraih juara umum dalam rangkaian lomba Harganas 2025 tingkat nasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri BKKBN kepada Wali Kota Makassar sebagai apresiasi atas inovasi dan komitmen kota dalam pembangunan keluarga.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, menekankan bahwa peringatan Harganas harus berdampak langsung bagi masyarakat dan bukan sekadar seremoni. Ia menyebut, sesuai arahan Presiden, kegiatan harus lebih menekankan pada aksi nyata.

“Yang penting jangan terlalu banyak seremonial, turun ke lapangan, selesaikan masalah,” ujar Wihaji.

Baca Juga : Munafri dan Coach Darije Satukan Semangat Kebangkitan PSM Makassar: "Ewako PSM!"

Menurutnya, dua agenda utama BKKBN adalah pengembangan SDM unggul dan pengentasan kemiskinan struktural. Keduanya, katanya, bermula dari keluarga.

Wihaji menyoroti stunting sebagai akar persoalan SDM dan kemiskinan. Ia menyebut prevalensi stunting nasional 2024 berada di angka 19,8%, sementara Sulsel berhasil menurunkannya dari 27% menjadi 23%, menjadikannya provinsi terbaik kedua setelah Jawa Barat.

BKKBN, lanjutnya, akan terus memperkuat intervensi terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menegaskan bahwa jika anak sudah mengalami stunting, kemungkinan pemulihan hanya 20%.

Baca Juga : Dinsos dan RSUD Daya Raih Penghargaan Ombudsman RI, Bukti Transformasi Layanan Publik Makassar Makin Berkualitas

Sebagai bagian dari intervensi nyata, BKKBN menyalurkan bantuan senilai Rp800 juta untuk 200 keluarga berisiko stunting di Sulawesi Selatan hingga Desember 2025.

“Intervensi tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tapi juga bantuan konkret untuk memastikan kesehatan ibu dan anak,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Gadis Ma'dika
Berita Terbaru