Bank Sulselbar Dukung Penjahit Lokal Naik Kelas Lewat Akses Modal UMKM Bersama TP PKK Makassar

Pemimpin Departemen Kredit Ritel, Bank Sulselbar, Marhuma Umar, saat memaparkan berbagai skema kredit mikro ramah UMKM, khususnya untuk perempuan pelaku usaha, di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (29/7/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Bank Sulselbar menyediakan pembiayaan berbunga ringan dan mudah diakses.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Komitmen Bank Sulselbar dalam mendukung UMKM perempuan kembali dibuktikan lewat kolaborasi strategis bersama TP PKK Kota Makassar. Melalui kegiatan Pengembangan dan Pendampingan Usaha Busana Lokal Makassar, bank daerah ini memberikan edukasi pembiayaan inklusif bagi penjahit rumahan yang ingin naik kelas menjadi desainer berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang digelar di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar pada Selasa (29/7/2025) ini diinisiasi oleh Pokja IV TP PKK Kota Makassar dan diikuti oleh puluhan penjahit dari berbagai kelurahan. Mereka mendapatkan pelatihan menyeluruh, mulai dari teknik desain, branding, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

Bank Sulselbar hadir sebagai mitra pembiayaan melalui kehadiran Pemimpin Departemen Kredit Ritel, Marhuma Umar, yang memaparkan berbagai skema kredit mikro ramah UMKM, khususnya untuk perempuan pelaku usaha.

Baca Juga : Melinda Aksa Turun ke Posyandu, Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Ibu-Anak di Makassar

“Kami menyediakan pembiayaan berbunga ringan dan mudah diakses. Fokus kami adalah mendorong pelaku UMKM, termasuk ibu-ibu penjahit, agar bisa naik level menjadi desainer dan wirausaha yang mandiri,” ungkap Marhuma.

Bank Sulselbar juga berkomitmen menyediakan pendampingan keuangan berkelanjutan bagi peserta yang ingin mengakses permodalan setelah pelatihan berakhir. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat pondasi bisnis para calon desainer lokal.

Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Wardah Kadir, menyambut positif keterlibatan Bank Sulselbar dan menilai akses permodalan sebagai kunci transformasi pelaku usaha mikro di sektor busana.

Baca Juga : Kartini 2026, Bank Sulselbar Cetak UMKM Tangguh Lewat Bootcamp Perempuan Berdaya

“Kami ingin ibu-ibu penjahit tidak hanya sekadar menjahit pesanan, tetapi menciptakan karya desain sendiri dan memiliki merek sendiri. Dengan akses modal dan pendampingan, ini sangat mungkin terwujud,” jelas Wardah.

Sementara itu, desainer nasional Mimi Miriyani Nasution, yang juga dihadirkan sebagai pemateri, membagikan pengalaman membangun brand fesyen pribadi. Ia menekankan pentingnya orisinalitas dan konsistensi dalam membangun portofolio sebagai desainer.

Ketua Pokja IV, Dr. Andi Erika Novianti, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari visi TP PKK dalam meningkatkan kapasitas SDM perempuan melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga : Melinda Aksa Tinjau Posyandu ICD Nusa Indah, Tekankan Pentingnya Gizi dan Layanan Dasar Keluarga

“Kami berharap makin banyak desainer lokal Makassar lahir dari pelatihan ini, dengan karya yang mengangkat identitas budaya daerah,” pungkas Erika.

Salah satu peserta, Nurhayati dari Kelurahan Manggala, mengaku sangat terbantu dengan adanya akses pembiayaan dari Bank Sulselbar.

“Selama ini saya takut meminjam modal karena tidak tahu caranya. Tapi hari ini saya jadi paham dan semangat untuk mulai usaha sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga : Bank Sulselbar Dorong Warga Sidrap Rencanakan Haji Sejak Dini, Gema Haji 2026 Jadi Momentum Literasi Keuangan Syariah

Melalui sinergi antara TP PKK Makassar dan Bank Sulselbar, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya desainer lokal Makassar yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di industri fesyen nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Gadis Ma'dika
Berita Terbaru