LSP Unhas Gelar Workshop Penyusunan MUK untuk 38 Skema Uji Kompetensi
Uji kompetensi dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan Unhas.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin (LSP Unhas) menggelar Workshop Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk 38 skema sertifikasi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua batch di Ruang Rapat LSP Unhas, yakni Batch I pada 1–3 Agustus dan Batch II pada 4–6 Agustus 2025.
Sebanyak 57 peserta mengikuti workshop ini, dengan rincian 31 peserta di Batch I dan 26 peserta di Batch II. Workshop bertujuan menyusun 32 skema uji kompetensi sebagai bagian dari kelengkapan dokumen pelaksanaan Full Assessment (FA) yang akan divalidasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah memastikan bahwa setiap skema memiliki alat dan fasilitas yang diperlukan untuk uji kompetensi, terutama untuk skema yang memerlukan laboratorium atau peralatan khusus,” ujar Dr. Ir. Sahiruddin, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Manajer Bidang Standarisasi LSP Unhas, Senin (4/8).
Baca Juga : Makassar Siap Jadi Panggung Dunia, Wawali Aliyah Dukung Konferensi Internasional IKARGI 2026
Setelah validasi oleh BNSP, dokumen MUK akan digunakan dalam kegiatan witness atau penyaksian uji kompetensi, yang menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai asesi (peserta uji kompetensi).
Lebih lanjut, Sahiruddin menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya memastikan standar BNSP terpenuhi, tetapi juga menjamin relevansi dengan kebutuhan industri. Ia berharap uji kompetensi dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan Unhas.
“Kami berharap, dengan adanya uji kompetensi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga memiliki kompetensi khusus yang siap diterapkan di dunia kerja,” tambahnya.
Baca Juga : Unhas Bentengi UTBK SNBT 2026 dari Kecurangan, Jammer hingga CCTV Disiagakan
Semua peserta workshop telah mengikuti pelatihan Asesor Kompetensi (Askom) sebelumnya, sehingga telah memiliki pemahaman dasar dalam penyusunan materi MUK.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas yang memadai, LSP Unhas optimistis bahwa proses penyusunan materi uji kompetensi ini akan menghasilkan standar yang kredibel dan dapat diimplementasikan untuk mahasiswa Universitas Hasanuddin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News