Unhas Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Bahas Masa Depan Kota Berkelanjutan
Unhas menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah konferensi internasional The 16th International Academic Consortium for Sustainable Cities Conference (IACSC) yang mengangkat tema “Urban Synergies: Bridging Knowledge, Cultures, and Sustainability”.
Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Unhas dan berlangsung di Ballroom Unhas Hotel, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (4/8/2025), mulai pukul 09.00 WITA.
Konferensi ini menghadirkan para narasumber dari berbagai institusi dalam dan luar negeri, antara lain: Munafri Arifuddin (Wali Kota Makassar), Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D (Sekretaris Universitas Hasanuddin), Dr. Le Than Hoa (Vietnam National University), Dr. Eng. Ir. Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.T (Universitas Hasanuddin), Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D (Universitas Hasanuddin) dan Dr. Fernando B. Garcia JR (University of The Philippines)
Baca Juga : Ramah Tamah May Day 2026, Pemkot Makassar Siapkan Forum Dialog Rutin Pekerja–Pengusaha
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, Prof. JJ menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wadah penting dalam merumuskan solusi lintas disiplin untuk menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
“Kita tidak bisa bicara keberlanjutan kota tanpa menyentuh aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara integratif,” ujar Prof. JJ. Ia menambahkan bahwa partisipasi Unhas dalam konsorsium global ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam paparannya membahas kebijakan pembangunan berkelanjutan Kota Makassar periode 2025–2029. Salah satu isu utama yang disorot adalah keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) yang masih jauh dari target 30%. Saat ini, cakupan RTH baru mencapai 12,42%.
Baca Juga : Pemkot–Kemensos Perkuat Sinergi, Makassar Siap Jadi Pilot Project Panti Sosial Bermutu
Namun demikian, Pemkot Makassar terus melakukan berbagai upaya strategis, seperti revitalisasi taman tematik, pemanfaatan lahan kosong, penanaman pohon, hingga kolaborasi CSR dengan sektor swasta.
“Krisis iklim, ketimpangan sosial, dan kesenjangan digital menjadi tantangan utama. Tapi kami terus bergerak lewat pendekatan lintas sektor yang berfokus pada dampak nyata,” ujar Munafri.
Konferensi ini turut melibatkan berbagai perguruan tinggi mitra dari Asia, seperti Universiti Sains Malaysia, University of The Philippines, Yokohama University, dan Vietnam National University. IACSC bertujuan untuk mendorong dialog, kerja sama penelitian, serta penguatan jejaring akademik untuk menciptakan masyarakat dan kota yang berkelanjutan.
Baca Juga : Makassar di Era Munafri–Aliyah: Kinerja Diakui Nasional, Kepuasan Publik 80 Persen
Dengan menjadi tuan rumah konferensi ini, Unhas kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam upaya global membangun masa depan kota yang inklusif, tangguh, dan adil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News