PDAM Makassar Terima Kunjungan Kawasaki Waterworks dan JICA, Bahas Capaian Proyek MaKaPro

Plt Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Hamzah Ahmad, menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Kawasaki Waterworks and Sewerage Bureau dan JICA Office Indonesia, Rabu (6/8/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

MaKaPro telah menghasilkan empat output utama. Di antaranya adalah survei perencanaan dan pengerjaan di tiga pilot area.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Kawasaki Waterworks and Sewerage Bureau dan JICA Office Indonesia, Rabu (6/8/2025). Kunjungan berlangsung di Kantor PDAM Makassar, Jalan Dr. Ratulangi No. 3, dan disambut langsung oleh Plt Direktur Utama Hamzah Ahmad, beserta jajaran struktural.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kawasaki memaparkan perkembangan dan pencapaian Makassar Kawasaki Project (MaKaPro), yang telah dimulai sejak November 2022 dan dijadwalkan selesai pada Oktober 2025.

Proyek ini bertujuan mengurangi kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) serta meningkatkan efisiensi pengelolaan air, melalui pelatihan pendeteksian kebocoran bawah tanah.

Baca Juga : Perbaikan Pipa Bocor, 18 Wilayah di Makassar Alami Gangguan Air Hari Ini

Chief Management Officer Kawasaki Waterworks and Sewerage, Shiratori Shigeyuki, menyebut bahwa dalam tiga tahun pelaksanaan proyek, MaKaPro telah menghasilkan empat output utama. Di antaranya adalah survei perencanaan dan pengerjaan di tiga pilot area.

"Di Pilot Area 2 dan 3, penurunan NRW rata-rata tercatat sebesar 21 persen. Sedangkan Pilot Area 1 di Bumi Permata Hijau masih dalam proses pembentukan sistem District Meter Area (DMA) yang sempurna, sehingga hasil penurunan NRW baru akan terlihat pada Oktober mendatang," jelasnya.

Penyerahan Peralatan Deteksi Kebocoran

Baca Juga : Munafri Arifuddin Warning Perumda, Ramadan Bukan Alasan Turunkan Layanan

Kunjungan ini juga membahas rencana pelaksanaan seminar penutupan proyek yang akan digelar Kamis (7/8/2025). Dalam acara tersebut, sejumlah peralatan deteksi kebocoran seperti Onchobo, pengukur suara otomatis, dan water leak detector akan diserahkan secara simbolis kepada PDAM Makassar.

Pihak Kawasaki dan JICA juga membuka peluang kerja sama lanjutan melalui program MaKaPro tahap II. “Pada kegiatan itu, akan kami serahkan peralatan yang dihibahkan ke PDAM Makassar,” ujar Shiratori.

Perwakilan Senior JICA Indonesia, Sato Akira, menegaskan bahwa transfer ilmu dan keterampilan dari proyek ini akan terus berlangsung, meski proyek berakhir pada Oktober 2025.

Baca Juga : PDAM Makassar Gandeng Ketua RW dan Forum Pelanggan Perkuat Pelayanan Air Minum

“Ilmu yang telah dibagikan akan terus berkesinambungan dan diharapkan bisa diterapkan secara luas di masa mendatang,” ungkapnya.

Plt Dirut PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. Menurutnya, proyek MaKaPro memberikan manfaat nyata, baik dalam peningkatan kapasitas teknis karyawan maupun perbaikan layanan.

“Saya sendiri menyaksikan langsung bagaimana tim menyelesaikan kebocoran pipa di Batarani dan koneksi pipa di Tifa. Hasil yang dipaparkan hari ini bisa dibuktikan dan sangat menguntungkan PDAM,” ucap Hamzah.

Baca Juga : Pemkot Makassar–Kemendagri Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah dan Kemandirian Fiskal

Ia menambahkan, karyawan yang telah mengikuti pelatihan juga secara aktif membagikan ilmu kepada rekan-rekannya. “Saya turun langsung saat pengecekan malam hari. Saya bertanya langsung alat yang digunakan dan dari mana mereka belajar. Semuanya berasal dari pelatihan MaKaPro,” tambahnya.

Menurut Hamzah, tingkat kehilangan air (NRW) di Makassar telah menunjukkan penurunan signifikan bulan ini, berkat implementasi hasil pelatihan oleh karyawan.

Hamzah berharap pelatihan serupa bisa diperluas, agar seluruh tim PDAM memiliki keterampilan serupa demi pelayanan yang lebih baik. “Hasilnya sangat nyata, bermanfaat, dan berdampak besar bagi pelayanan air bersih di Makassar,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Sherine Grace
Berita Terbaru