Pemkot Makassar Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Air Bersih Lewat Program MaKaPro
Salah satu hasil konkret dari program MaKaPro adalah penyambungan jaringan pipa baru di wilayah timur Makassar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat cakupan dan kualitas layanan air minum di Kota Makassar melalui kerja sama teknis internasional.
Hal tersebut disampaikan dalam seminar penutupan program Makassar City–Kawasaki City Technical Cooperation Projects (MaKaPro) yang berlangsung di Hotel Aston Makassar, Kamis (7/8/2025).
MaKaPro merupakan proyek kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, Kota Kawasaki (Jepang), dan JICA Indonesia. Program ini berfokus pada peningkatan layanan air bersih, termasuk penurunan angka kebocoran air (Non-Revenue Water/NRW) dan optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui pelatihan teknis seperti deteksi kebocoran bawah tanah.
Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar
Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasinya terhadap hasil nyata dari kerja sama lintas negara ini yang telah berlangsung selama tiga tahun. Ia menilai proyek tersebut tidak hanya menghadirkan transfer teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal di sektor air minum.
"Air minum adalah kebutuhan fundamental masyarakat. Kami mengapresiasi fasilitasi seluruh stakeholder dan kolaborasi antarkota yang benar-benar memberikan hasil nyata," ujar Munafri.
Tantangan Air Baku dan Perluasan Distribusi
Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Munafri menyoroti tantangan utama Kota Makassar yang tidak memiliki sumber air baku mandiri. Ia menekankan pentingnya sinergi antarwilayah seperti Gowa, Maros, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjamin keberlanjutan pasokan air bersih.
"Kota Makassar tidak memiliki sumber air sendiri. Maka dari itu, kolaborasi antardaerah menjadi sangat penting, dan PDAM berperan vital dalam hal ini," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa karena layanan air bersih merupakan sektor yang melibatkan pembayaran masyarakat, maka perlu adanya pelayanan maksimal yang setara dengan biaya yang dikeluarkan.
Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan
Munafri menekankan bahwa pengelolaan air bersih tidak boleh hanya berorientasi pada hasil, namun harus berangkat dari tata kelola yang baik dan akuntabel.
"Saya tidak hanya melihat hasil, tapi juga tata kelola. Jika tata kelolanya baik, maka hasilnya pasti maksimal. Inilah esensi kerja sama seperti MaKaPro," ujarnya.
Salah satu hasil konkret dari program MaKaPro adalah penyambungan jaringan pipa baru di wilayah timur Makassar. Saat ini, Pemerintah Kota hanya tinggal menunggu izin dari Balai Jalan untuk mengakses jalur distribusi ke wilayah utara, yang selama ini menghadapi krisis air bersih.
Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau
"Sudah ada penyambungan pipa di wilayah timur. Tinggal menunggu izin untuk akses ke Pontiku, agar bisa menyuplai air ke utara Makassar. Ini masalah kronis yang sudah bertahun-tahun," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Munafri mengajak semua pihak untuk tetap menjaga semangat kolaborasi demi pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.
"Saya berharap hasil kerja sama ini tak berhenti di aspek teknis saja, tetapi berkembang menjadi sistem layanan air bersih yang lebih berkelanjutan dan merata untuk semua lapisan masyarakat," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News