Bravo MTC! 30 Tahun Menggema dengan Semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge

Malam yang penuh kebersamaan perayaan 30 tahun Makassar Tiger Club (MTC) di Dupli Dining & Lounge, Akkarena, Sabtu malam (9/8/2025). @jejakfaktacom/MTC

Tiga puluh tahun perjalanan MTC membuktikan bahwa solidaritas bukan hanya slogan, melainkan bahan bakar yang menjaga komunitas tetap melaju, relevan, dan membawa manfaat di tengah perubahan zaman.

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Dentuman mesin, kilau motor, dan senyum hangat mewarnai perayaan 30 tahun Makassar Tiger Club (MTC) di Dupli Dining & Lounge, Akkarena, Sabtu malam (9/8/2025). Malam yang penuh kebersamaan ini menjadi bukti nyata kekuatan persaudaraan yang terjalin erat di antara para anggota MTC.  

Perayaan spektakuler ini dihadiri oleh Ketua Umum Honda Tiger Club Indonesia (HTCI), Bro Didik Iswanto, serta Ketua Pengurus Daerah HTCI Sultanbatara, Bro Ispandy. Tak ketinggalan, ratusan anggota, senior, dan pecinta motor dari 265 klub HTCI se-Indonesia turut memeriahkan acara. Kehadiran komunitas besar seperti HDCI Makassar dan Motor Besar Club Indonesia Makassar semakin menambah kemeriahan suasana.  

Bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, perayaan ini menjadi momen penegasan semangat “Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge”, nilai-nilai persaudaraan, saling menghormati, dan saling mengingatkan yang telah menjadi DNA MTC sejak awal berdiri. Hiburan musik, fun games, dan city rolling sukses menjadi perekat kebersamaan lintas generasi.

Baca Juga : Makassar Tiger Club Kukuhkan Badan Pengurus Periode 2024-2026, Franz: Support Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengirimkan ucapan penuh makna.  

“Tiga puluh tahun bukan hanya soal perjalanan, tapi tentang loyalitas dan komitmen. MTC adalah aset penting yang memperkuat kolaborasi warga dan pemerintah. Teruslah menjadi kebanggaan Makassar,” ucapnya.  

Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin, Dewan Kehormatan MTC yang telah menyaksikan perjalanan MTC sejak awal, memberikan apresiasi khusus.  

“Bukan hanya soal hobi otomotif, ini tentang nilai – saling menjaga, saling mendukung, dan menjunjung etika berkendara. MTC bukan hanya besar namanya, tapi juga besar kontribusinya,” tegasnya.  

Ketua Dewan Pembina MTC, Irwan Adnan, menegaskan bahwa tiga dekade perjalanan MTC adalah bukti kokohnya fondasi komunitas.  

“Solidaritas dan loyalitas lintas generasi membuat MTC tetap hidup. Semoga selalu menjadi panutan komunitas lain,” tuturnya.  

Ketua MTC, Bro Franz Sergei, menekankan bahwa kekuatan persaudaraan adalah napas komunitas ini.  

“MTC bukan sekadar komunitas, tapi keluarga besar yang saling menguatkan. Terima kasih untuk semua yang menjaga nama baik MTC,” ujarnya.  

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Bro Bombom, menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci bertahannya MTC.  

“Tidak ada yang bertahan selama ini tanpa solidaritas dan kekuatan persaudaraan. Itulah kekuatan kami,” katanya. 

Tiga puluh tahun perjalanan MTC membuktikan bahwa solidaritas bukan hanya slogan, melainkan bahan bakar yang menjaga komunitas tetap melaju, relevan, dan membawa manfaat di tengah perubahan zaman. Sesuai dengan tema yang diusung, “Sipakatau - Sipakalebbi - Sipakainge”, MTC terus menjadi contoh komunitas yang tidak hanya kuat dalam persaudaraan, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Sherine Grace
Berita Terbaru