Biaya Haji 2023 Akan Mengalami Kenaikan

Ilustrasi calon jemaah haji yang akan berangkat. (Dok. Ist)

"Kita akan menerapkan prinsip pembiayaan yang berkeadilan dan berkelanjutan".

Biaya haji tahun 2023 akan mengalami penyesuaian. selain biaya layanan di Masyair yang mengalami kenaikan sejak tahun 2022, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyesuaian biaya haji.

Yang mengalami penyesuaian di antaranya yaitu, harga bahan baku, transportasi, akomodasi, pajak, serta inflasi yang juga akan menyebabkan kenaikan biaya.

Baca Juga : Pesta Gol Timnas Indonesia! Hancurkan Kamboja 5-1, Mitchell Baker Cetak Hat-trick Debut

Hal itu diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief. Hal ini seiring dengan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Arab Saudi di antaranya pada tahun lalu, Arab Saudi telah menetapkan biaya layanan di Masyair dengan angka yang tinggi untuk jamaah haji seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Kami bersama Komisi VIII akan coba memformulasikan agar tetap bisa terpenuhi aspek istithaah-nya dan pada saat yang sama kita menerapkan prinsip bagaimana pembiayaan haji yang berkeadilan dan berkelanjutan,” seru Hilman, seperti dilansir di laman Kemenag, Selasa (10/1).

Menurutnya, formula biaya haji yang proporsional seiring meningkatnya pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji. 

Baca Juga : Garuda Pertiwi Juara! Timnas Putri Indonesia Pertahankan Gelar Piala AFF Wanita 2026 Usai Hancurkan Laos 5-0

“Kita akan menerapkan prinsip pembiayaan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Angkanya akan kami formulasikan dengan mitra kami di Komisi VIII dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” seru Hilman.

“Mudahan-mudahan kita bisa mendapatkan angka yang baik untuk jamaah dan semuanya,” sambung Hilman berharap, yang saat ini masih mendampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Arab Saudi.

Prinsip keadilan dan kesinambungan sangat penting, lanjutnya, karena saat ini tercatat ada sekitar 5,2 juta jamaah yang masih dalam antrean. "Mereka menunggu giliran untuk dapat berangkat dan menjalankan ibadah haji," pungkas Hilman. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru