Danny Pomanto Gigih Tolak Pembangunan Rel Kereta Api Model At Grade

Pemerintah membangun Rek Kereta Api Makassar - Parepare. @Jejakfakta/Ist.

Danny Pomanto mengungkapkan, bahwa dari awal perencanaan proyek sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) memakai konsep Elevated.

Jejakfakta.com, Makassar - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto terus konsisten untuk menolak pembangunan rel Kereta Api (KA) model At Grade (menyentuh tanah) di Kota Makassar.

Alasan penolakannya merupakan usaha Danny Pomanto dalam membebaskan masyarakat Kota Makassar dari bencana banjir. Menurutnya, pembangunan rel KA model tersebut akan menimbulkan banjir yang sulit untuk ditangani.

Danny Pomanto sendiri pernah menyarankan agar pembangunan rel kereta api yang rencanya akan dibangun di Makassar menggunakan model elevated (layang). Namun karena alasan biaya yang mahal, ide tersebut pun tidak disetujui.

Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

“Belum pi masuk Makassar sudah banjir mi jalan tol sama bandara. Coba cek kenapa baru kali ini bandara dan jalan tol banjir, saya tidak mau duga apa-apa, coba cek kenapa. Karena setelah ada itu barang. Apalagi kalau masuk mi di Makassar, liat mi,” beber Danny, dikutip di laman diskominfo makassar, Rabu (11/1/2023).

Danny Pomanto mengungkapkan, bahwa dari awal perencanaan proyek sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) memakai konsep Elevated.

“Dulu itu Amdalnya elevated. Makanya saya minta, mana Amdalnya, tidak pernah dikasih lihat. Dulu di (hotel) Claro itu Amdalnya masuk elevated di Makassar,” jelasnya.

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Dirinya pun menuturkan, dimana sejak awal dicanangkan, pihaknya (Pemerintah Kota Makassar) belum pernah menerima laporan terkait progres pembangunan proyek strategis tersebut.

“Sebelumnya dari perencanaan itu, nda pernah dilapori kita,” terang Danny Pomanto.

Higga saat ini, KA tersebut telah beroperasi sepanjang 84 kilometer, melewati Stasiun Mandai Maros hingga Stasiun Garongkong Barru, melewati total 10 stasiun.

Baca Juga : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel Hari Ini

Pembangunan rel KA Maros-Makassar sendiri sampai saat ini masih stagnan pada masalah pembebasan lahan. Akan tetapi, Wali Kota Danny Pomanto mengatakan dampaknya sudah dirasakan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru