Kolaborasi dengan PSF, Pemkot Makassar Fokus Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Putera Sampoerna Foundation (PSF), akan menyediakan program pelatihan dan pendampingan bagi guru di jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta memberikan beasiswa pelatihan daring kepada 40 guru terpilih.
Jejakfakta.om, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa guru akan menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di kota tersebut. Menurutnya, kesejahteraan dan kompetensi guru adalah pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Pernyataan itu disampaikan Munafri saat memimpin Rapat Teknis Pemerintah Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan Putera Sampoerna Foundation (PSF), yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Jumat (22/8/2025).
“Kalau kita bicara mutu pendidikan, mulainya dari guru dulu. Kesejahteraan gurunya, pendidikan gurunya, kemampuan gurunya, itu yang harus kita tata,” ujar Munafri.
Baca Juga : Makassar Tembus Kategori Tertinggi EPPD, Munafri Sebut Penghargaan Kemendagri Buah Kolaborasi Besar
Ia menekankan bahwa perhatian serius terhadap kesejahteraan dan pengembangan kapasitas guru akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Guru yang sejahtera akan lebih fokus, kreatif, dan termotivasi dalam mengajar.
“Kita ingin menjadikan profesi guru ini bergengsi dan diminati. Kalau ada guru bergaji Rp50 juta, pasti semua orang mau jadi guru,” ujarnya, mencontohkan pentingnya perhatian pada kesejahteraan guru.
Munafri juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar dalam menyediakan beasiswa dan pelatihan peningkatan kompetensi guru, mulai dari pelatihan dasar hingga keahlian spesifik. Ia menekankan bahwa beasiswa bukan hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi guru juga perlu mendapatkan prioritas.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Perkuat Sinergi Nasional di Forum ASWAKADA 2026, Dorong Inovasi Pelayanan Publik
Selain itu, ia mengkritisi realisasi alokasi 30% mandatory spending untuk sektor pendidikan yang selama ini lebih banyak difokuskan pada pembangunan fisik. Ia mendorong adanya perubahan orientasi belanja pendidikan untuk lebih menyentuh pengembangan kapasitas guru.
“Jangan habis di fisik, tapi lupa pada gurunya. Kalau gurunya sudah maksimal, otomatis sistem pendidikan kita ikut maksimal,” tegasnya.
Munafri juga membuka peluang kolaborasi dan pendampingan intensif bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan, termasuk penyediaan asrama guru bila diperlukan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pimpin Apel Siaga di HKBN 2026, BPBD Luncurkan Program SALAMA untuk Edukasi Anak
Dalam kesempatan yang sama, Head of Program PSF, Juliana, menyampaikan kesiapan PSF untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Makassar, khususnya pada aspek pengembangan kompetensi guru.
PSF akan menyediakan program pelatihan dan pendampingan bagi guru di jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta memberikan beasiswa pelatihan daring kepada 40 guru terpilih. Selain itu, mereka juga akan melakukan beautifikasi salah satu sekolah dasar, termasuk pengecatan gedung, perbaikan fasilitas, hingga penyediaan LCD projector.
“Fokus kami adalah peningkatan kualitas guru dan lingkungan belajar yang mendukung kreativitas siswa,” ujar Juliana.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Pemkot Siapkan Perayaan Buruh Aman dan Inklusif
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan menjadikan profesi guru sebagai pilihan utama generasi muda. Munafri menegaskan bahwa guru adalah fondasi utama pendidikan, dan dengan guru yang kuat, akan lahir generasi Indonesia yang cerdas dan kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News