Asyik, Harga Tiket Pesawat Mulai Turun
Maskapai lambat melakukan penyesuaian harga tiket pesawat ketika harga avtur turun.
Asyik, kata itu keluar dari mulut seorang yang nongkrong di sebuah kafe di bilangan Jalan Pengayoman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dan memang benar, dari pantauan harga tiket pesawat di aplikasi perjalanan, harga tiket mulai turun.
Itu tentu sejalan dengan harga avtur yang juga melandai. Meski memang belum kembali ke harga seperti sebelum pandemi Covid-19 merebak.
Paling tidak, mulai banyak harga tiket yang ditemui lebih terjangkau pada bulan-bulan lalu. Seperti rute penerbangan Jakarta-Bali kini banyak harga tiket termurah dengan harga Rp710 ribu dengan maskapai Trans Nusa.
Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar
Begitu juga dengan maskapai lainnya seperti Super Air Jet dan Lion Air juga memberikan harga tiket murah mencapai Rp712 ribu pada hari penerbangan yang sama.
Sedangkan Air Asia, Pelita Air, Citilink, Batik Air menawarkan harga tiket termurah mulai dari Rp778 ribu - Rp865 ribu per orang.
Harga ini lebih murah ketimbang dari awal Desember 2022, dimana berdasarkan catatan CNBC Indonesia, yang dilansir, Kamis (12/1), harga tiket pesawat yang ditemui sempat berkisar antara Rp1,3 juta - Rp3,3 juta untuk kelas ekonomi untuk penerbangan langsung maupun transit.
Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas
Contoh lain seperti rute Jakarta - Surabaya juga cukup mahal dengan harga tiket berkisar Rp 1 - Rp1,2 jutaan.
Dari harga tiket termurah saat ini pada penerbangan Sabtu (14/1/2023) mencapai Rp 674 ribu dengan maskapai Lion Air pukul 15.30 - 17.00.
Sedangkan maskapai lainnya seperti Pelita Air, Super Air jet, Citilink, Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia pada waktu penerbangan yang sama berkisar antara Rp 669 ribu - Rp 1,5 juta.
Baca Juga : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel Hari Ini
Begitu juga untuk rute Silangit-Jakarta. Untuk keberangkatan 7 Januari 2023 pukul 14.10 WIB masih dibanderol sekitar Rp2,2 juta dengan maskapai Batik Air, pada penerbangan tanggal 10 Januari 2023 pukul 12.10 WIB, harganya sudah turun jadi sekitar Rp1,7 juta dengan maskapai yang sama.
Harga Avtur Turun
Penurunan harga tiket pesawat ini juga tidak lepas dari penurunan harga avtur.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Mulai Rp40 Ribu hingga Rp56 Ribu per Jiwa
Mengutip harga avtur dari One Solution Pertamina, harga avtur terbaru untuk periode 1 - 14 Januari 2023 di Bandara Soekarno Hatta (CGK) turun tipis dari periode sebelumnya. Yakni menjadi Rp 15.136 per liter dari harga sebelumnya Rp 15.170 per liter, untuk pengisian rute domestik.
Sementara untuk pengisian rute internasional UScent 88,3 per liter dari UScent 88,5 per liter, pada periode yang sama.
Harga saat ini turun 18% jika dibandingkan harga pertengahan tahun 1 - 14 Juli 2022, dimana harga avtur untuk pengisian domestik mencapai 18.431 per liter dan USCent 113 per liter untuk rute internasional.
Baca Juga : Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat, BMKG: Puncaknya Agustus dan Berpotensi Lebih Kering
Namun jika dibandingkan awal tahun 2022 harga saat ini masih jauh di atas. Dimana tercatat pada periode 1 - 14 Januari 2022 harga avtur 10.544 per liter untuk rute domestik dan UScent 67 per liter untuk rute internasional.
Penurunan harga avtur juga terjadi pada bandara lainnya, seperti bandara Ngurah Rai Bali (DPS), juga mengalami penurunan menjadi Rp 17.318 per liter dari harga sebelumnya Rp 17.685 per liter di dua minggu sebelumnya.
Begitu juga untuk rute internasional menjadi UScent 101 per liter dari UScent 103 per liter.
Sedangkan periode 1 - 14 Januari 2022 harga avtur bertengger pada Rp 11.460 per liter untuk pengisian domestik, dan UScent 73,7 rute internasional.
Belum Menyamai Harga Sebelum Pandemi
Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, avtur memang salah satu komponen penentu harga tiket pesawat. Tapi dengan berkurangnya jumlah armada pesawat membuat harga tiket belum bisa turun signifikan hingga menyamai tahun 2019 silam.
Pasalnya, kata dia, permintaan sedang naik namun pasokan masih terbatas. "Harga nggak banyak berubah paling turun juga Rp 100 - 120 ribu," kata Arista.
Dia juga mengkritisi maskapai yang lambat dalam melakukan penyesuaian harga tiket pesawat ketika harga avtur turun.
"Seperti sengaja dilambat-lambatin maskapai Indonesia, ini nggak fair minyak turun sudah sebulan dua bulan baru koreksi," seru Arista.
"Melihat penurunan harga minyak itu wait and see dulu, sebulan dua bulan flat. sedangkan penyesuaian Pertamina cepet," sambungnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News