Mangrove Planting Day di Pangkep, Kolaborasi Lintas Pihak Jaga Ekosistem Pesisir

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pentingnya ekosistem mangrove bagi kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan. @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.

Penanaman mangrove bukan sekadar seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem laut.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Mangrove Planting Day digelar di kawasan pesisir Biring Kassi, Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, Minggu(24/8/2025). 

Mangrove planting day merupakan kolaborasi IKA Teknik Unhas, PT Semen Tonasa, Pemerintah Kabupaten Pangkep, Pemerintah Kabupaten Maros, Geopark, Pemerintah Provinsi Sulsel dan organisasi pecinta alam, OPD dan organisasi kemahasiswaan. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Perikanan Sulsel yang hadir mewakili Gubernur Sulsel, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Direktur Utama PT Semen Tonasa, serta 

Baca Juga : Satu Tahun Munafri–Aliyah: Di Balik Angka Pertumbuhan, Sosiolog Unhas Bicara Soal Wajah Sosial Makassar

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Ilyas, menegaskan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

“Di Sulsel terdapat lebih dari 40 ribu hektare lahan mangrove. Ini sangat penting, mengingat 60 persen penduduk kita tinggal di wilayah pesisir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilyas menekankan bahwa Pangkep sebagai daerah kepulauan memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelestarian mangrove. Ia mengingatkan, tanpa keberadaan mangrove, ancaman abrasi besar-besaran dapat terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga : Pemkot Makassar–Unhas Perkuat Tata Kelola Pulau, Pembangunan Kepulauan Tak Boleh Tertinggal

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pentingnya ekosistem mangrove bagi kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan.

Pemkab Pangkep katanya, dengan kolaborasi berbagai pihak terus berupaya menjaga kelestarian alam dengan melakukan penanaman, baik mangrove maupun berbagai jenis pohon lainnya. 

“Mangrove tidak hanya menahan abrasi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lengkap. Dengan adanya mangrove, hubungan simbiosis mutualisme akan terbangun dan nelayan akan merasakan hasil ikan yang melimpah. Hari ini sekitar 20 ribu mangrove kita tanam, dan manfaatnya akan besar bagi masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Baca Juga : Dari Ruang Media ke Ruang Kuliah: Andi Widya Warsa Syadzwina Menyelesaikan Perjalanan Doktoral dengan Penuh Makna

Direktur Utama PT Semen Tonasa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem laut.

“Selama beberapa tahun terakhir, Tonasa telah menanam puluhan ribu pohon mangrove. Bersama Pemerintah Desa Bulu Cindea, kami juga telah meluncurkan wisata mangrove. Untuk keberlanjutan, dibentuk komunitas Sahabat Mangrove binaan CSR Tonasa yang bertugas merawat pascatanam,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Sherine Grace
Berita Terbaru