BPOM dan Pemprov Sulsel Kolaborasi Bersejarah: Hibah Tanah 10 Hektar untuk Sekolah Vokasi dan Dukungan Program Makan Bergizi Gratis
Kolaborasi ini menandai komitmen kedua institusi dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pengawasan obat dan makanan serta memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Jejakfakta.com - MAKASSAR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menjalin kolaborasi strategis melalui penyerahan hibah tanah seluas 10 hektar di Kabupaten Maros untuk pembangunan Sekolah Vokasi BPOM. Acara bersejarah yang berlangsung di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (28/8/2025), juga dirangkaikan dengan penyuluhan keamanan pangan dalam rangka program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi ini menandai komitmen kedua institusi dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pengawasan obat dan makanan serta memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran BPOM tidak hanya untuk pengawasan tetapi juga untuk membangun pendidikan.
Baca Juga : Pemkab Gowa Fokus Bangun Birokrasi Profesional Lewat Manajemen Talenta ASN
“BPOM hadir tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari risiko obat dan makanan berbahaya, tetapi juga untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Prof. Taruna.
Ia menambahkan sentimen kekeluargaan dalam pembangunan ini, “Makassar adalah kampung halaman kita. Dari tanah Sulawesi ini, kita ingin memastikan lahirnya generasi emas anak-anak bangsa yang sehat, cerdas, dan tangguh.”
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif BPOM ini.
Baca Juga : Rakerda Bunda PAUD Makassar 2026: Perkuat Sinergi, Lahirkan Inovasi Layanan Anak Usia Dini
“Hibah tanah ini adalah persembahan untuk anak-anak bangsa yang akan belajar, berinovasi, dan mengabdi. Kami yakin sinergi ini akan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” ujar Gubernur Andi Sudirman.
Pada kesempatan yang sama, BPOM juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah yang dinilai berhasil memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan (DAK NF BOK POM) dengan optimal pada periode 2023–2024.
Staf Khusus Kepala BPOM RI Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan, Hj. Nor Andi Arina Wati Arsyad, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas sinergi daerah dalam menjaga keamanan pangan dan obat.
Baca Juga : Pengawasan Obat dan Makanan di Pasar Angkona, Penjual Diharap Lebih Bijak dalam Memilih
“DAK Non Fisik ini adalah stimulus untuk mencapai tujuan strategis. Melalui pengelolaan yang tepat oleh pemerintah daerah, pengawasan obat dan makanan dapat dilakukan lebih efektif, sehingga masyarakat terlindungi. Apresiasi ini adalah pengakuan atas dedikasi tersebut,” ungkapnya.
Memperkuat rangkaian acara, BPOM menggelar penyuluhan keamanan pangan perdana yang merupakan bagian integral dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar. Kegiatan ini menegaskan peran strategis BPOM dalam memastikan mutu dan keamanan bahan pangan yang disajikan kepada anak-anak sekolah, sebagai ujung tombak program prioritas pemerintah tersebut.
Kehadiran Sekolah Vokasi BPOM dan berbagai kegiatan pendukungnya di Sulawesi Selatan merupakan perwujudan nyata dari model sinergi ABG (Academic–Business–Government) yang digaungkan oleh Prof. Taruna Ikrar.
Baca Juga : “Mengetuk Langit Setiap Pagi”; MAN Pinrang Istikamah Menjaga Tradisi melalui Zikir Harian
“Kolaborasi ini adalah tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045. Kita ingin mencetak generasi yang sehat jasmani, cerdas, inovatif, dan siap mengabdi bagi bangsa,” pungkas Prof. Taruna menutup pernyataannya.
Langkah strategis ini tidak hanya sekadar seremonial hibah tanah, melainkan sebuah ikrar bersama untuk membidani lahirnya Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan bermartabat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News