Pelestarian Budaya, Pangkep Gelar Sosialisasi Kumpulkan Naskah Kuno
Kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi pemantik untuk terwujudnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya tak ternilai tersebut.
Jejakfakta.com - PANGKEP - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep menggelar kegiatan Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno Nusantara. Acara yang berlangsung di Aula Gedung Layanan Perpustakaan pada Selasa (2/8/2025) ini diikuti puluhan peserta guna menyelamatkan khazanah budaya tertulis daerah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Muhiddin R. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menginventarisasi, dan mendata naskah-naskah kuno yang tersebar di masyarakat, termasuk kondisi fisik dan kepemilikannya.
“Selama ini kita memang tertinggal dalam mengidentifikasi dan melestarikan naskah kuno yang banyak beredar di masyarakat. Tujuan kita adalah menyelamatkan, mendata, serta menyiapkan backup manuskrip sebagai khazanah budaya bangsa. Pemerintah juga siap mengambil alih bila pemilik naskah ingin pelestarian dilakukan secara resmi,” tegas Muhiddin.
Baca Juga : Peringati Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab Pangkep Siap Dukung Program Strategis Nasional
Dari hasil identifikasi awal yang dilakukan, tercatat sebanyak 10 orang pemegang naskah dengan total 20 naskah kuno yang telah terdata. Temuan ini menjadi langkah awal yang krusial bagi pembangunan basis data untuk keperluan pelestarian dan penelitian lebih lanjut.
Acara yang dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari pemerhati naskah kuno, masyarakat umum, dan para pemilik naskah kuno di wilayah Pangkep ini juga menghadirkan pakar filologi ternama, Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, M.Hum., Guru Besar Universitas Hasanuddin, sebagai narasumber.
Prof. Hadrawi dalam pemaparannya menekankan bahwa inventarisasi ini merupakan langkah fundamental untuk membangun kesadaran kolektif. Menurutnya, pelestarian naskah kuno tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif serta sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga : BBPOM Makassar Gandeng Pemkab Pangkep Wujudkan Pangan Aman
“Potensi naskah kuno di Pangkep sangat besar, namun belum dikenal luas. Salah satunya adalah Naskah Salemo yang berisi ajaran agama Islam. Di Pangkep banyak naskah kuno, tetapi belum diinventarisasi dan belum didaftarkan ke pemerintah. Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir basis data naskah kuno sebagai langkah penting pelestarian warisan budaya,” jelas Prof. Hadrawi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk terwujudnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya tak ternilai tersebut. Keikutsertaan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemilik naskah, pemerhati budaya, pustakawan, hingga penggiat literasi, menunjukkan komitmen bersama untuk menyelamatkan warisan budaya aksara, khususnya lontara, untuk generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News