Camat Makassar Hadiri Doa Bersama Lintas Agama: Simbol Persatuan dan Ketahanan Sosial Warga
Momentum strategis dalam merawat solidaritas antarwarga di tengah tantangan sosial yang tengah dihadapi Makassar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Camat Makassar, Husni Mubarak, turut hadir dalam momentum sakral doa bersama lintas agama yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Selasa (2/9/2025) malam. Acara ini menjadi simbol kuat persatuan warga Kota Daeng di tengah situasi sosial yang sedang diuji.
Husni Mubarak duduk bersama para tokoh agama, tokoh pemuda lintas organisasi, komunitas masyarakat, serta unsur Forkopimda, memperlihatkan komitmen pemerintah kecamatan sebagai simpul kebersamaan dan ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
"Kehadiran kita semua malam ini, tanpa memandang latar belakang, menjadi bukti bahwa Makassar adalah rumah besar yang kita jaga bersama," ujar Husni usai kegiatan.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Paparkan Transformasi Smart City di ASCN Annual Meeting 2026 Banyuwangi
Doa bersama ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran pejabat daerah dan tokoh agama dari enam agama resmi di Indonesia. Rangkaian acara dibuka dengan salat Maghrib dan Isya berjamaah, lalu dilanjutkan dengan doa lintas agama dan tausiah oleh Ustadz Das'ad Latief.
Dalam suasana hening penuh harap, para pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu secara bergantian memanjatkan doa, memohonkan kedamaian bagi Makassar dan Indonesia.
Menjaga Kota dengan Kebersamaan
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri ASCN 2026, Dorong Kolaborasi Smart City dan Ekonomi Kreatif
Doa bersama ini juga menjadi respons atas insiden 29 Agustus lalu, yang menelan korban jiwa dan memicu keprihatinan luas. Wali Kota Munafri menegaskan, menjaga Makassar adalah tanggung jawab semua elemen, bukan hanya aparat keamanan.
"Kita tidak mau kota ini mencekam, kita ingin Makassar tetap menjadi kota yang aman, damai, dan penuh toleransi," tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mengajak warga untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa memecah belah persaudaraan.
Baca Juga : Wawali Makassar Sebut Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi, Sao Raja Tana Daeng Festival 2026 Resmi Dibuka
"Makassar adalah milik kita semua. Jangan ada lagi air mata karena amarah. Mari kita jaga dengan hati yang tenang," ajaknya.
Peran Kecamatan Sebagai Garda Terdepan Harmoni
Sebagai pimpinan di tingkat kecamatan, Husni Mubarak melihat kegiatan ini sebagai pengingat pentingnya keteladanan sosial di level paling dasar pemerintahan.
Baca Juga : Auditor KONI Makassar Siap Tempuh Jalur Hukum, Minta APAK dan GRH Tak Seret Nama Wali Kota Soal Dana Hibah
"Kecamatan adalah ruang perjumpaan warga sehari-hari. Dari sinilah kita bisa mulai memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghargai," tambahnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif berbagai komunitas, termasuk organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga komunitas ojek online (Ojol) yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Selain Camat Makassar, acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Makassar Supratman, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Letkol Inf Franki Susanto, Kajari Makassar Nauli Rahim Siregar, serta tokoh masyarakat seperti mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua TP PKK Melinda Aksa Mahmud.
Baca Juga : Ketua KONI Makassar Tegaskan Hibah Rp15 Miliar Sah, Disahkan DPRD dan Siap Diaudit
Doa bersama ini tak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga momentum strategis dalam merawat solidaritas antarwarga di tengah tantangan sosial yang tengah dihadapi Makassar.
"Doa adalah kekuatan batin, tapi kehadiran kita semua di sini malam ini adalah kekuatan nyata bagi kedamaian kota ini," tutup Husni Mubarak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News