Wali Kota Makassar Tinjau TPS 3R Barrang Lompo, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Munafri mengusulkan pembuatan biopori berukuran besar sebagai solusi pengolahan sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pada Jumat (19/9/2025).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan pulau yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengangkutan dan pengolahan limbah.
"Sampah organik dan non-organik jangan tercampur. Pisahkan sejak dari rumah. Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPS 3R bisa langsung diolah dan memiliki nilai jual," tegas Munafri dalam diskusi bersama warga dan pengelola TPS 3R.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Munafri Siapkan Karebosi Jadi Panggung Aspirasi 10 Ribu Buruh
Dalam kunjungannya, Munafri memastikan dukungan penuh dari Pemkot Makassar, mulai dari penganggaran, penyediaan peralatan, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Ia menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah rumah tangga secara masif agar tercipta rumah tangga minim sampah residu.
Wali Kota yang juga mantan CEO PSM Makassar itu meninjau langsung mesin peleleh plastik (plastic melting) di TPS 3R Barrang Lompo. Mesin ini mampu mengolah plastik jenis HD menjadi balok daur ulang bernilai jual.
"Mesin peleleh ini bisa memproses plastik menjadi cetakan siap jual. Tapi harus dijaga agar tetap optimal, termasuk pasokan listriknya," ujarnya.
Baca Juga : Lampu Hijau Stadion Untia Kian Nyata, Penimbunan Ditarget Mulai Tahun Ini
Selain teknologi daur ulang, Munafri mengusulkan pembuatan biopori berukuran besar sebagai solusi pengolahan sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering.
"Cukup pakai drum. Warga bisa buang sampah organik kapan saja. Ini solusi murah dan efektif," katanya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan tiga bank sampah aktif di Barrang Lompo dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif menyalurkan sampah bernilai jual ke bank sampah.
Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah
Munafri menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan terus memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan di semua wilayah kepulauan, terutama di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Ia menilai, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan bersih sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat di pulau," tutup Munafri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News