Penduduk Miskin Pangkep Turun, Raih Peringkat Kedua Penurunan Tertinggi se-Sulsel
Pemkab Pangkep menargetkan angka kemiskinan dapat turun ke level satu digit, yaitu 9,83% pada 2030, seiring dengan peningkatan investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja lokal.
Jejakfakta.com - PANGKEP - Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanggulangan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan persentase penduduk miskin dari 14,28% pada 2021 menjadi 11,60% pada 2025. Capaian penurunan sebesar 2,68% ini menempatkan Pangkep sebagai daerah dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi kedua di Provinsi Sulawesi Selatan.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan terencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022–2026.
“Penurunan kemiskinan ini bukan terjadi secara kebetulan, tetapi hasil nyata dari berbagai strategi dan kebijakan yang fokus menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” tegas Yusran.
Baca Juga : BBPOM Makassar Gandeng Pemkab Pangkep Wujudkan Pangan Aman
Bupati dua periode itu menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai Pangkep mencerminkan peningkatan produktivitas dan kemandirian masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep mendorong penurunan kemiskinan melalui berbagai program, antara lain bantuan sosial untuk 21.570 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pembebasan iuran BPJS bagi lebih dari 229 ribu jiwa, pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,49%, pemberdayaan 58 ribu UMKM, serta pembangunan 1.074 kilometer jalan kabupaten dan 797 rumah layak huni.
Baca Juga : Bupati Pangkep Pimpin ASN Bersepeda ke Kantor, Program Bike to Work Mulai Digalakkan
Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang, mengonfirmasi tren positif ini. Ia menyebutkan, persentase penduduk miskin pada 2025 sebesar 11,60% turun dari 12,41% pada 2024, atau terjadi penurunan sebesar 0,81% dalam setahun.
“Kalau kita bandingkan dengan kabupaten/kota di Sulsel, penurunannya tertinggi kedua di Sulsel dari 24 kabupaten/kota,” jelas Ayub.
Tidak hanya persentase, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan signifikan. Indeks P1 turun 0,7% dibandingkan 2024, mengindikasikan bahwa penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.
Baca Juga : DPRD Pangkep Sampaikan Rekomendasi LKPJ Bupati 2025, MYL Tekankan Kolaborasi Pembangunan
“Dengan kinerja Pemerintah Daerah Pangkep saat ini, diharapkan persentase penduduk miskin bisa kembali turun pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Ayub menekankan tiga langkah strategis untuk terus menekan angka kemiskinan:
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui perluasan lapangan kerja dan dukungan pada sektor produktif.
Baca Juga : Pangkep Urutan Keenam di MTQ ke-34 Sulsel, Loloskan Empat Wakil ke MTQ Nasional
2. Meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin melalui subsidi dan bantuan sosial yang tepat sasaran.
3. Mengurangi kantong-kantong kemiskinan dengan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tertinggal.
“Jika ketiga program ini dapat dijalankan dengan baik, insyaallah persentase penduduk miskin di Pangkep bisa terus ditekan,” pungkasnya.
Baca Juga : 9 Peserta Kafilah Pangkep Lolos Final MTQ ke-34 Sulsel, Tilawah Remaja Andalkan Ma'rifah dan Ahyar
Pemkab Pangkep menargetkan angka kemiskinan dapat turun ke level satu digit, yaitu 9,83% pada 2030, seiring dengan peningkatan investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News