Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Menuju Zero Waste 2029 di ASCC Yokohama, Jepang

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sesi City Presentation on Urban Challenges and Climate Change, di Asia Smart City Conference (ASCC) 2025, Rabu (26/11/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pemkot Makassar perlu mengubah kebiasaan masyarakat terkait cara memilah dan membuang sampah.

Jejakfakta.com, YOKOHAMA — Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Asia Smart City Conference (ASCC) 2025, agenda Pemkot Makassar kembali mendapatkan panggung penting di tingkat internasional.

Pada Rabu (26/11/2025), Munafri bersama rombongan menghadiri sesi City Presentation on Urban Challenges and Climate Change, sebuah forum yang mempertemukan berbagai kota dunia untuk berbagi strategi menghadapi persoalan perkotaan dan pengelolaan persampahan.

Dalam forum tersebut, Munafri sebagai representasi utama Kota Makassar menyampaikan berbagai tantangan urban yang dihadapi kota besar pesisir seperti Makassar dalam menuju Zero Waste Energy.

Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Perubahan Pola Kelola Sampah, Camat-Lurah Diminta Siapkan Solusi per Wilayah

Pada sesi presentasi tersebut, Wali Kota Makassar kembali menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menangani persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Di hadapan peserta dari berbagai negara, ia memaparkan langkah-langkah konkret yang telah dan sedang dilakukan Pemkot Makassar dalam mengelola sampah serta membangun perilaku masyarakat yang lebih peduli lingkungan.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menjelaskan kepada semua apa yang kami lakukan di Makassar untuk menangani isu lingkungan. Ini presentasi kami," ujar Munafri membuka pemaparannya.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu tampil mempesona saat mengenakan batik bermotif Lontara berwarna keemasan, simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Bugis-Makassar. Penampilannya langsung mencuri perhatian para delegasi ASCC 2025. Kehadirannya bukan hanya mewakili kota, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan di panggung dunia. Sentuhan budaya lokal tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu internasional.

Baca Juga : Janji Munafri-Aliyah Terbukti: 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Kepulauan Makassar, Pete-pete Laut Segera Beroperasi

Selanjutnya, Munafri memaparkan profil Kota Makassar sebagai konteks utama tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan pesisir.

"Ini adalah profil Kota Makassar. Kami berada di bagian timur Indonesia. Kami adalah kota terbesar di bagian timur Indonesia dengan populasi 1,47 juta jiwa," tuturnya dalam bahasa Inggris.

"Dan ada 12 pulau yang mengelilingi kota. Kami berada di wilayah seluas 175 kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 35 kilometer," tambahnya.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Lebih jauh, Appi yang juga Konsul Kehormatan Republik Kroasia di Makassar menampilkan visi dan misi Kota Makassar untuk periode 2025–2030 yang saat ini sedang dijalankan pemerintahannya.

Salah satu fokus utama adalah perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah. Appi menegaskan bahwa Pemkot Makassar perlu mengubah kebiasaan masyarakat terkait cara memilah dan membuang sampah.

"Karena saat ini, masyarakat bisa membuang sampah di mana saja. Di mana pun mereka ingin membuang sampah," ungkap Munafri.

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

Ia melanjutkan bahwa inilah alasan pentingnya edukasi dari Pemerintah Kota, termasuk sosialisasi cara membuang sampah yang benar dan bagaimana memilah sampah agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Materi paparan tersebut menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta konferensi, terutama karena Makassar sebagai kota besar pesisir menghadapi persoalan lingkungan yang kompleks, sekaligus memiliki potensi kolaborasi internasional dalam isu lingkungan.

Lebih lanjut, Appi juga menampilkan data terbaru produksi sampah di Kota Makassar yang mencapai hampir 1.000 ton per hari. Seluruh timbunan tersebut selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga memerlukan sistem manajemen yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama

Karena itu, Ketua IKA FH Unhas tersebut menegaskan target besar Pemkot Makassar: Makassar Zero Waste 2029.

"Kami berharap target kami di tahun 2029, yakni ‘Makassar Zero Waste’, dapat menjadi kenyataan," harap politisi Partai Golkar ini.

Dalam paparannya, ia menjelaskan tiga pendekatan utama dalam pengelolaan sampah di Makassar.

"Ini yang kami lakukan dan terapkan di Makassar. Dalam implementasinya, kami membaginya menjadi tiga bagian,” ujarnya.

"Dengan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kemudian dengan dumping area," jelas Munafri seraya menunjukkan skema sistem pengelolaan sampah melalui tayangan presentasi.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar juga bertemu Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Turut mendampingi Wali Kota Munafri dalam forum internasional ini: Kadis Kominfo Dr. Muh Roem, Kadis LH Dr. Helmy Budiman, Kadis PU Zuhaelsi Zubir, serta Kabag Kerja Sama, Andi Zulfitra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru