Peringati Hari Guru, Ribuan Siswa di Kota Makassar Olah Sampah Buah Jadi Eco Enzym
Gerakan pembuatan 10.000 liter Eco Enzym merupakan bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025, lebih dari 400 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kota Makassar secara serentak melaksanakan kegiatan bertema “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dari Sekolah untuk Makassar dan Gerakan Makan Buah Serentak”, Selasa (2/12/2025).
Ribuan peserta didik mengikuti kegiatan ini di sekolah masing-masing, yang dipandu secara terpusat melalui Zoom Meeting.
Gerakan besar ini diinisiasi oleh Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Baca Juga : Juara Panjat Tebing O2SN Makassar 2026 Diganjar Beasiswa, Siap Harumkan Nama Kota di Tingkat Provinsi
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Forum K3S, pegiat lingkungan, serta komunitas pembuat Eco Enzym di Kota Makassar.
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Hari Guru adalah saat yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai pendidikan karakter.
Ia menambahkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pelajaran di kelas, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebiasaan baik sejak dini.
Baca Juga : Pendaftaran SPMB 2026 Makassar Dibuka 8 Juni, Simak Tahapan dan Jadwal Lengkapnya
“Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak,” ujarnya.
Melinda, yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, menyampaikan bahwa gerakan pembuatan 10.000 liter Eco Enzym merupakan bentuk nyata partisipasi sekolah dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, melibatkan anak-anak sejak dini dalam aksi peduli lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan kota.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi dan ketulusan mereka dalam melahirkan generasi yang berpengetahuan, berakhlak, sehat, dan peduli lingkungan.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Perkuat Pendidikan Karakter, Siapkan Pembiayaan Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri
“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat dan menjadi komitmen bersama untuk terus belajar serta menjaga kota kita,” pungkasnya.
Gerakan sederhana namun berdampak besar ini kembali menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, dari tangan para guru yang menanamkan cinta pada bumi sejak usia dini.
Pembukaan kegiatan melalui Zoom Meeting tersebut juga dihadiri oleh anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, di antaranya Fadly Arifuddin, Marini Ambo Wellang, dan Mashud Azikin.
Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Hardiknas 2026, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa gerakan kolaboratif “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dan Gerakan Makan Buah Serentak” bertujuan mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah organik sejak dini, sekaligus mengurangi volume sampah buah yang dihasilkan di sekolah.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, peserta didik diajak mempraktikkan langsung bagaimana kulit buah dapat diolah menjadi Eco Enzym yang bermanfaat bagi pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.
“Selain itu, gerakan ini sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan makan buah setiap hari,” katanya.
Baca Juga : Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali ke Sekolah
Seluruh proses dipandu oleh guru pendamping yang sebelumnya telah mengikuti technical meeting dan menerima SOP pelaksanaan dari panitia.
Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi lintas sekolah tersebut. Menurut Achi, keterlibatan serentak ratusan SD menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan pengurangan sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana namun bermakna.
Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mendukung visi besar menjadikan Makassar sebagai Kota Lumbungnya Organik Dunia.
“Seluruh Eco Enzym yang dihasilkan akan dihimpun dan dimanfaatkan dalam berbagai program lingkungan kota, seperti pembersihan saluran, perawatan taman kota, serta kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Pada momentum Hari Guru Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar bersama Forum K3S menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh guru yang terus menghadirkan inovasi pembelajaran.
Kegiatan ekologis seperti ini dinilai sebagai wujud nyata dedikasi guru dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.
Ia menambahkan, Hari Guru bukan hanya momentum merayakan peran pendidik, tetapi juga menginspirasi langkah nyata.
“Dengan Eco Enzym, guru-guru Makassar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, dilakukan bersama, dan menghasilkan manfaat besar bagi kota,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News