Lomba Perpustakaan Desa 2025 Dimatangkan, Luwu Timur Bidik Penguatan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) gelar rapat teknis bersama dewan juri pelaksanaan Lomba Penilaian Perpustakaan Desa 2025, Jumat (7/11/2025). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Proses penilaian harus berjalan transparan dan objektif, terutama terkait administrasi, layanan, hingga inovasi program literasi yang dijalankan perpustakaan.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Upaya meningkatkan budaya literasi di tingkat desa kembali digencarkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) kini menyiapkan secara matang pelaksanaan Lomba Penilaian Perpustakaan Desa 2025, yang berlangsung melalui rapat teknis bersama dewan juri pada Jumat (7/11/2025).

Kegiatan tahunan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pengelola perpustakaan desa agar mampu menghadirkan layanan yang inklusif, kreatif, dan unggul.

Kabid Perpustakaan DPKD Luwu Timur, Dinar Husnayaini, menegaskan bahwa proses penilaian harus berjalan transparan dan objektif, terutama terkait administrasi, layanan, hingga inovasi program literasi yang dijalankan perpustakaan.

Baca Juga : SDN 172 Tomoni Gandeng Dispusipda Luwu Timur Tingkatkan Budaya Literasi Siswa

“Kami ingin memastikan bahwa proses penilaian berjalan transparan dan objektif, serta mampu memberikan motivasi bagi pengelola perpustakaan untuk terus berinovasi,” ujar Dinar.

Dalam rapat teknis ini, DPKD turut melibatkan unsur penilai dari berbagai instansi, di antaranya pustakawan Relince Miri dan Aristu Frisian, Kabid Penataan Desa DPMD Lukman, Kabid IKP dan Humas Diskominfo Hayati Ilyas, serta Ketua PKK Pokja II Amin Sri Muhammad.

Aspek penilaian meliputi kelembagaan perpustakaan, sarana dan prasarana, layanan, anggaran, kegiatan pemberdayaan masyarakat, promosi perpustakaan, hingga dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan literasi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Maksimal Mahasiswa dan Pemerintah Kota

Dinar menambahkan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan wadah evaluasi dan peningkatan kualitas perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

“Harapannya, perpustakaan desa dapat menjadi motor penggerak literasi dan kreativitas warga, sehingga mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Luwu Timur,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru