Penurunan Stunting di Kota Makassar Capai 4 Persen, Program NPS Fokus Lanjutkan Fase II
Munafri apresiasi keterlibatan PT Nusantara Infrastructure melalui program CSR yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap penurunan stunting.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya menekan angka stunting di Kota Makassar kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar, PT Nusantara Infrastructure Tbk Group, RS Hermina Makassar, serta Rumah Zakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penanganan stunting pada Jumat (12/12/2025) di Kantor Balai Kota Makassar. Penandatanganan ini mencakup Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama pelaksanaan Program Nusantara Peduli Stunting (NPS) Fase II.
MoU ditandatangani langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri.
Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar
Kegiatan ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta Kepala Bagian Kerja Sama sebagai bentuk dukungan penuh terhadap percepatan penurunan stunting di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menuturkan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Makassar dalam memperkuat intervensi layanan kesehatan, edukasi gizi, serta dukungan lintas sektor, khususnya melalui keterlibatan dunia usaha.
“Kolaborasi dengan PT Nusantara Infrastructure kami harapkan mampu memperluas jangkauan program dan menghadirkan dampak nyata bagi keluarga berisiko stunting di tingkat kelurahan,” ujarnya.
Baca Juga : Makassar Tembus Kategori Tertinggi EPPD, Munafri Sebut Penghargaan Kemendagri Buah Kolaborasi Besar
Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus menekan angka stunting melalui intervensi menyeluruh dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Makassar pada periode awal sebelum intervensi tergolong cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Karakteristik wilayah perkotaan dengan berbagai persoalan sosial membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih kuat dan tepat sasaran.
“Sebelum dilakukan intervensi, angka stunting di Kota Makassar relatif tinggi. Kita sadar bahwa wilayah perkotaan dengan kompleksitas persoalan sosial membutuhkan intervensi yang kuat agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Perkuat Sinergi Nasional di Forum ASWAKADA 2026, Dorong Inovasi Pelayanan Publik
Munafri juga mengapresiasi keterlibatan PT Nusantara Infrastructure melalui program CSR yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap penurunan stunting.
“Kehadiran Nusantara Infrastructure melalui program CSR ini benar-benar memberikan manfaat. Terbukti, tahun ini angka stunting di Makassar berhasil turun hingga 4 persen berkat komitmen bersama,” katanya.
Ia menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar capaian statistik, melainkan menyangkut masa depan generasi bangsa.
Baca Juga : May Day 2026 di Makassar, Pemkot Siapkan Perayaan Buruh Aman dan Inklusif
“Ini bukan hanya soal angka. Ini menyangkut regenerasi bangsa ke depan. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih,” tegasnya.
Munafri mengajak seluruh instansi dan pihak swasta untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, penanganan stunting bukan pekerjaan mudah dan hanya bisa berhasil jika dilakukan secara bersama-sama.
Pemkot Makassar, lanjut Munafri, kini juga melakukan penyisiran data secara lebih detail terhadap kondisi bayi dan balita di setiap wilayah, termasuk memetakan faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Baca Juga : Melinda Aksa Tinjau Posyandu ICD Nusa Indah, Tekankan Pentingnya Gizi dan Layanan Dasar Keluarga
“Kami memantau perkembangan dari hari ke hari, minggu ke minggu, hingga bulan ke bulan. Data ini kami olah untuk melihat efektivitas intervensi yang diberikan,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Appi ini juga mengapresiasi hasil Program Nusantara Peduli Stunting pada fase pertama, di mana seluruh penerima manfaat berhasil keluar dari kategori stunting.
“Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan dan apresiasi besar bagi Pemkot Makassar,” tuturnya.
Ia menambahkan, kerja sama kini berlanjut ke Fase II dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk RS Hermina Makassar, guna memperkuat intervensi yang telah berjalan.
Menutup sambutannya, Munafri berharap kemitraan antara Pemkot Makassar dan PT Nusantara Infrastructure dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan komitmen yang telah terjalin,” pungkasnya.
Program Nusantara Peduli Stunting Fase I dimulai sejak Oktober 2024 dengan penerima manfaat anak-anak di RW 3 Kelurahan Pannampu. Seluruh anak peserta program dinyatakan keluar dari status stunting oleh dokter spesialis anak RS Hermina Makassar setelah mendapatkan intervensi dan pendampingan intensif.
Selain itu, hampir 100 ibu hamil di wilayah layanan tiga puskesmas di Kecamatan Tallo telah menerima pemantauan kesehatan rutin, edukasi gizi, serta deteksi dini risiko kehamilan. Sejumlah kehamilan berisiko tinggi yang sebelumnya tidak teridentifikasi berhasil ditemukan dan ditangani tepat waktu.
Atas kinerja tersebut, Program NPS meraih Genting Award 2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Masyarakat pada 10 Desember 2025 sebagai pengakuan atas kontribusi signifikan dalam mendukung penurunan stunting di Makassar.
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, menyebut keberhasilan fase pertama menjadi fondasi penting bagi penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Program ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung Pemerintah Kota Makassar menekan angka stunting dan membangun generasi yang lebih sehat,” ungkap Ramdani.
Pada Fase II, penerima manfaat anak-anak bergeser ke RW 4 Kelurahan Pannampu, sementara intervensi bagi ibu hamil difokuskan di wilayah layanan Puskesmas Kaluku Bodoa.
Seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan intensif berupa pemeriksaan dokter spesialis, edukasi gizi dan pola asuh, pemberian vitamin serta makanan tambahan, dan pemantauan tumbuh kembang berkala. Selain itu, dilakukan pelatihan kader posyandu untuk memperkuat kapasitas komunitas.
Dengan pendekatan medis, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat, Program Nusantara Peduli Stunting diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Kota Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News