Kadis Bina Marga Sulsel Tinjau Langsung Ruas Jalan Ussu–Nuha, Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan
Penanganan ruas Ussu–Nuha–Beteleme telah masuk dalam rencana kerja Pemerintah Provinsi Sulsel pada awal tahun 2026.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel dalam mempercepat penanganan ruas jalan Provinsi Ussu–Nuha–Batas Sulawesi Tengah yang menjadi akses vital masyarakat Kabupaten Luwu Timur.
Hal tersebut disampaikan Andi Ihsan saat turun langsung melakukan kunjungan lapangan bersama jajaran pejabat struktural Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, didampingi Dinas PUPR Kabupaten Luwu Timur, di Desa Kawata dan Parumpanai, Kecamatan Wasuponda.
Kunjungan teknis ini merupakan tindak lanjut atas kondisi jalan yang sebelumnya sempat diberitakan oleh media dan mendapat perhatian publik, mengingat ruas tersebut merupakan satu-satunya jalur utama penghubung masyarakat menuju Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
“Peninjauan lapangan ini penting untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Setelah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas jalan tersebut,” tegas Andi Ihsan, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi bagian dari visi besar Sulsel Terkoneksi, yang bertujuan menghadirkan konektivitas antarwilayah yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Ruas ini sangat strategis. Kami ingin memastikan akses masyarakat kembali optimal demi mendukung mobilitas, ekonomi, dan pelayanan publik,” tambahnya.
Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Luwu Timur, Yusran, S.ST, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa penanganan ruas Ussu–Nuha–Beteleme telah masuk dalam rencana kerja Pemerintah Provinsi Sulsel pada awal tahun 2026.
Ia juga menuturkan bahwa upaya perbaikan jalan tersebut akan disinergikan dengan program Matano Road Belt, sebuah kolaborasi strategis antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
“Kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih tangguh dan terintegrasi. Pemerintah daerah siap mendukung penuh agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Yusran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News