Kolaborasi Pemkot–IDI, Munafri Tekankan Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Kepulauan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan HBDI ke-75 yang dirangkaikan dengan Seminar Hukum bertema “Perlindungan Hukum Tenaga Medis dan Strategi Penanganan Kasus Hukum di Era Digital” di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (20/12/2025). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyebutkan bahwa pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai 5,39 persen,

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi 1,4 juta penduduk Kota Makassar, termasuk masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-75 yang dirangkaikan dengan Seminar Hukum bertema “Perlindungan Hukum Tenaga Medis dan Strategi Penanganan Kasus Hukum di Era Digital”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (20/12/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter dan tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat Kota Makassar.

Baca Juga : Jelang Kedatangan 32 Duta Besar, Wali Kota Ajak APINDO Jadi Motor Gerakan Lingkungan di Makassar

Menurutnya, tema HBDI tahun ini, “IDI Berkarya, IDI Membangun Kesehatan Bangsa”, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa berkarya bukan sekadar menjalankan rutinitas di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga menghadirkan inovasi medis serta pelayanan yang humanis agar derajat kesehatan masyarakat meningkat secara luas.

“Dokter adalah pilar utama ketahanan kesehatan kita,” tegas orang nomor satu di Kota Makassar itu.

Baca Juga : Uni Eropa Kepincut Makassar, Munafri Dorong Kota Daeng Jadi Magnet Investasi Indonesia Timur

Pria yang akrab disapa Appi tersebut juga mengingatkan peran besar para dokter dalam situasi krisis, khususnya saat pandemi Covid-19.

Bahkan, sejarah mencatat bahwa di masa tersulit sekalipun, para dokter berdiri di garis terdepan sebagai benteng pertahanan terakhir dan pahlawan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Munafri membeberkan kebijakan Pemerintah Kota Makassar terkait peningkatan perhatian terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.

Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi

Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ribu warga yang tersebar di delapan pulau di Kota Makassar yang membutuhkan layanan kesehatan optimal.

“Sebaran tenaga dokter kita memang belum ideal, khususnya di wilayah pulau,” tuturnya.

“Oleh karena itu, setelah melalui diskusi dan kajian, pemerintah kota menetapkan kebijakan khusus bagi dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau terluar, pulau sedang, dan pulau terdekat,” tambahnya.

Baca Juga : Bupati Husniah Talenrang Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Masyarakat

Munafri menegaskan bahwa tenaga kesehatan di pulau akan diberikan perlakuan serta insentif yang berbeda sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka di wilayah dengan tantangan geografis yang lebih berat.

“Profesi ini sangat penting. Karena itu, insentif bagi tenaga kesehatan di pulau akan kita tingkatkan, seiring dengan pembenahan fasilitas dan infrastruktur kesehatan di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Saat ini, Kota Makassar memiliki tenaga dokter yang bertugas di 47 puskesmas dan 53 rumah sakit, baik negeri maupun swasta.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni, Perkuat Akses Warga Kepulauan

Munafri menekankan pentingnya pemerataan layanan agar seluruh warga, baik di daratan maupun di kepulauan, mendapatkan akses kesehatan yang setara.

Lebih lanjut, Appi mengajak IDI Cabang Makassar untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Peran dokter sangat vital dalam edukasi gizi dan penanganan medis sejak dini. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus bersama-sama,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya digitalisasi dan transformasi layanan kesehatan untuk mempermudah akses masyarakat.

Ia mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi layanan kesehatan agar warga Makassar semakin mudah mendapatkan pelayanan.

Tak kalah penting, Munafri menegaskan perlunya edukasi promotif dan preventif kepada masyarakat.

“Kita ingin membangun kesadaran agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi menjalani pola hidup sehat agar tidak jatuh sakit,” imbuh Ketua IKA FH Unhas itu.

Munafri menambahkan bahwa sektor kesehatan memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah, termasuk dalam menarik investasi.

Investor, kata dia, tidak hanya melihat infrastruktur jalan atau bangunan, tetapi juga infrastruktur kesehatan, rumah sakit, serta kualitas dokter.

“Jika kesehatan masyarakat kita baik, investasi akan datang dan pertumbuhan ekonomi akan berjalan,” jelasnya.

Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, IDI Makassar, HBDI ke-75, layanan kesehatan Makassar, dokter Makassar, kesehatan kepulauan, Pemkot Makassar, stunting Makassar

Politisi Partai Golkar tersebut menyebutkan bahwa pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi. Inflasi pun masih terjaga di angka 2,7 persen.

“Stabilitas ini harus kita jaga. Target ke depan, pendapatan asli daerah harus lebih besar dibandingkan dana transfer pusat. Dan itu tidak lepas dari peran seluruh elemen, termasuk profesi dokter,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Munafri berharap IDI terus menjadi organisasi profesi yang solid, menjunjung tinggi kode etik, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

“Teruslah memberikan pengabdian terbaik dengan hati. Kota Makassar bangga memiliki pejuang-pejuang kesehatan seperti Bapak dan Ibu sekalian,” ucapnya.

“Selamat Hari Bakti Dokter Indonesia ke-75. Teruslah berkarya untuk Makassar, teruslah membangun kesehatan bangsa,” pungkas Appi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru