Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Makassar Tembus 6,18 Juta, Tumbuh 12 Persen pada 2025
CoE 2026 disiapkan, Makassar bidik kunjungan dan lama tinggal wisatawan.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Di tengah dinamika persaingan sektor pariwisata nasional, Kota Makassar menunjukkan sinyal optimisme yang kian menguat.
Dinas Pariwisata Kota Makassar merilis hasil Analisis Forecasting Kunjungan Wisatawan Tahun 2025 yang menegaskan bahwa geliat pariwisata daerah terus bergerak ke arah positif.
Memasuki penghujung tahun 2025, geliat pariwisata di Kota Makassar menunjukkan performa yang semakin solid sebagai destinasi unggulan. Hal ini menjadi bukti bahwa Makassar merupakan salah satu motor utama pertumbuhan pariwisata di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga : Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Etalase Pariwisata Sulsel, Pemkot Makassar Gandeng Angkasa Pura
Dinas Pariwisata Kota Makassar memproyeksikan kunjungan wisatawan nusantara terus menguat hingga menembus 6.189.997 kunjungan (6,18 juta), atau meningkat 12,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Proyeksi ini berbasis data historis periode 2022–2024 yang diolah menggunakan metode exponential smoothing, yakni teknik peramalan berbasis data periode sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata Makassar masih ditopang kuat oleh wisatawan nusantara.
Tren positif tersebut tercermin dari peningkatan konsisten jumlah kunjungan. Pada 2022 tercatat 3.465.141 kunjungan, meningkat menjadi 4.414.465 kunjungan pada 2023, lalu menembus 5.524.000 kunjungan pada 2024.
Baca Juga : Bank Sulselbar Dukung Rakernas II ASITA 2026 di Makassar, Perkuat Ekosistem Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyampaikan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya penambahan 12 penerbangan baru menuju Makassar melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selain itu, masifnya penyelenggaraan event pariwisata, event nasional, hingga konser artis internasional dinilai mampu menarik puluhan ribu pengunjung, sehingga semakin memperkuat konektivitas Makassar dengan berbagai daerah.
“Penambahan penerbangan baru berdampak langsung terhadap aksesibilitas, sementara event berskala nasional dan internasional terbukti efektif menjadi magnet kunjungan wisatawan,” jelasnya, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga : Jamu Delegasi Rakernas II ASITA, Munafri-Aliyah Promosikan Kekuatan Wisata Makassar
Untuk wisatawan mancanegara, tren menunjukkan dinamika berbeda. Kunjungan tercatat 71.388 wisatawan pada 2022, meningkat menjadi 85.614 pada 2023, dan mencapai 95.597 kunjungan pada 2024.
Namun, pada 2025 jumlah tersebut diproyeksikan menurun menjadi 78.080 kunjungan, atau sekitar 18,32 persen dibandingkan 2024.
Menurut Hendra, penurunan ini bersifat sementara dan dipengaruhi faktor eksternal, seperti penyesuaian pascalonjakan sebelumnya, gangguan mobilitas akibat bencana alam di sejumlah destinasi, serta sensitivitas pasar internasional terhadap isu keamanan dan stabilitas kawasan.
Baca Juga : Munafri Dorong “Barru Corner” di Makassar, Strategi Baru Dongkrak Wisata Lintas Daerah
Pada Agustus 2025, tercatat lonjakan pembatalan (cancellation) kunjungan wisatawan mancanegara yang berdampak pada kerugian sektor perhotelan hingga sekitar Rp7 miliar, terutama pada hotel berbintang. Kondisi ini dipicu oleh adanya travel warning serta isu stabilitas politik dan demonstrasi yang memengaruhi persepsi keamanan.
“Ini menjadi pelajaran penting bahwa arus wisatawan tidak hanya bergantung pada event, tetapi juga pada kondusivitas daerah secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun stabilitas kota,” tegasnya.
Dari sisi durasi tinggal, rata-rata lama menginap wisatawan nusantara pada 2024 tercatat 1,63 malam dan diperkirakan sedikit menurun menjadi 1,48 malam pada 2025. Sementara wisatawan mancanegara rata-rata menginap 2,52 malam pada 2024 dan diproyeksikan menjadi 2,47 malam pada 2025.
Baca Juga : Puluhan Hajatan Spektakuler Siap Ramaikan Makassar 2026 Lewat Calendar of Event
Meski demikian, secara agregat total kunjungan wisatawan ke Kota Makassar pada 2025 tetap tumbuh sekitar 10 persen, dengan wisatawan nusantara sebagai penopang utama.
Sektor pariwisata juga menempati peringkat ketiga sebagai subsektor pendukung utama perekonomian Kota Makassar. Berdasarkan estimasi internal, rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara berkisar Rp1,5–2 juta per kunjungan, sementara wisatawan mancanegara Rp4–6 juta per kunjungan.
“Dengan proyeksi tersebut, perputaran ekonomi sektor pariwisata diperkirakan mencapai triliunan rupiah sepanjang 2025,” ungkap Hendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News