Munafri Realisasikan Janji Kampanye, Pete-pete Laut Layani Pulau Secara Gratis

Layanan transportasi laut antarpulau bertajuk Pete-pete Laut. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Untuk tahap awal operasional, KM Banawa Nusantara 27 akan difokuskan pada Trip 1 sambil menunggu kajian lanjutan terkait jalur, waktu tempuh, dan faktor keselamatan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerataan pembangunan tidak lagi berhenti di daratan Kota Makassar. Dalam momentum Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham kembali menegaskan komitmennya menghadirkan keadilan pembangunan hingga wilayah kepulauan dan pulau terluar.

Melalui layanan transportasi laut antarpulau bertajuk Pete-pete Laut, pasangan dengan tagline MULIA menghadirkan solusi konektivitas yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat pulau.

Program ini tidak hanya menjadi realisasi janji politik, tetapi juga wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjembatani akses sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik bagi warga kepulauan Kota Makassar.

Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi

Hadirnya Pete-pete Laut yang beroperasi secara gratis menjadi langkah strategis dalam memperkuat mobilitas antarpulau, memangkas kesenjangan layanan, serta membuka ruang percepatan pembangunan di wilayah yang tergolong terluar, terpencil, dan terjauh (3T).

Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap denyut pembangunan dapat dirasakan secara merata, dari pusat kota hingga pulau-pulau terluar Makassar.

Kapal ini, bagian dari janji politik pasangan dengan tagline MULIA, kini sudah siap beroperasi. Transportasi laut antar pulau yang disebut Pete-pete Laut hadir sebagai bukti komitmen Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang dijanjikan pada kampanye 2024 lalu.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni, Perkuat Akses Warga Kepulauan

Dari tiga kapal yang direncanakan, saat ini satu unit siap beroperasi secara gratis, memenuhi harapan warga pulau. Rute kapal kayu tersebut menyusuri beberapa pulau di Kecamatan Pulau Sangkarang, di antaranya Lae-lae, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo, serta empat pulau terluar lainnya: Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu.

Jarak pulau-pulau tersebut sangat jauh dari daratan Kota Makassar, bahkan beberapa termasuk kategori pulau terluar, terpencil, dan terjauh (3T). Oleh karena itu, peningkatan konektivitas menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di kepulauan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menyatakan siap menjalankan program prioritas Wali Kota terkait layanan angkutan laut antarpulau Pete-pete Laut, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat kepulauan secara gratis.

Baca Juga : Resmi Dibuka, O2SN dan GSI 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Muda Makassar

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Makassar, Jusman, mengatakan bantuan kapal tersebut sangat strategis dan dibutuhkan oleh masyarakat pulau, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarang. Layanan ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan konektivitas antarpulau yang selama ini masih terbatas.

"Program Pete-pete Laut ini merupakan program prioritas Wali Kota Makassar, dan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di pulau. Kapalnya sudah ada dan siap beroperasi tahun ini," ujar Jusman, Senin (22/12/2025).

Saat ini, Dishub Makassar telah menyiapkan satu unit kapal kayu bernama KM Banawa Nusantara 27, dengan kapasitas angkut sekitar 20–25 penumpang. Kapal ini siap mendukung tahap awal layanan transportasi laut antarpulau, sebagai manifestasi pembuktian kinerja Munafri Arifuddin dalam pemerataan dan pemberdayaan pembangunan di pulau.

Baca Juga : Munafri Gerakkan RT/RW Kelola Sampah dari Rumah, Siapkan Hadiah Rp100 Juta untuk Lingkungan Terbaik

Jusman menjelaskan, untuk tahap awal, pelayanan direncanakan menjangkau enam pulau dengan pembagian rute atau trip berdasarkan jarak dan kapasitas kapal.

  • Trip 1: Pelabuhan Kayu Bangkoa → Pulau Lae-lae → Pulau Kodingareng → Pulau Barrang Caddi → Pulau Barrang Lompo → kembali ke Makassar. Trip ini menjadi fokus uji coba awal karena jaraknya relatif dekat dan sesuai kapasitas kapal. Operasional direncanakan setiap hari.
  • Trip 2: Pulau Barrang Lompo → Pulau Lumu-Lumu → Pulau Langkai → Pulau Lanjukkang → Pulau Bone Tambu → kembali ke Barrang Lompo dan Makassar. Trip ini melayani pulau terluar dan lebih jauh.

Namun, untuk tahap awal operasional, KM Banawa Nusantara 27 akan difokuskan pada Trip 1 sambil menunggu kajian lanjutan terkait jalur, waktu tempuh, dan faktor keselamatan.

"Kapasitas kapal masih terbatas, jadi sementara kami fokus pada Trip 1 sebagai uji coba awal. Jadwal dan jam operasional masih dikaji, tapi kapal sudah siap berlayar jika izin turun," tambah Jusman.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Buka Peluang Investasi PJU, Infrastruktur Lampu Jalan Siap Dipercepat

Dengan hadirnya layanan Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghadirkan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan merata. Dishub juga akan melakukan survei lapangan untuk memastikan jalur pelayaran aman, efisien, dan efektif.

Tahun ini, baru satu unit kapal yang disiapkan, namun Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan penambahan dua unit kapal pada 2026, sehingga total armada Pete-pete Laut menjadi tiga unit, meningkatkan frekuensi dan jangkauan layanan ke pulau-pulau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru