Air Mata untuk Sang Pengabdi: Ribuan Warga Antar Kepergian Terakhir Camat Liukang Tupabbiring Pangkep, Fitri Mubarak
Tak hanya mengantar seorang camat keperisterahatan terakhir, tetapi juga seorang ayah, suami, dan sahabat yang pengabdiannya akan terus dikenang sebagai lentera di tengah lautan tugasnya.
Jejakfakta.com - PANGKEP - Langit seolah turut berduka di pagi Ahad (28/12) itu. Tangis pecah menyayat hati, menyelimuti upacara pelepasan jenazah almarhum Fitri Mubarak, Camat Liukang Tupabbiring, di kediamannya. Ia adalah salah satu korban dari kecelakaan kapal yang terbalik di perairan Pangkep.
Suasana haru yang mendalam langsung terasa saat Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Muhammad Yusran Lalogau, berdiri untuk memimpin upacara. Suaranya terbata-bata, matanya berkaca-kaca, mencerminkan duka yang tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh pemimpin dan masyarakat yang kehilangan.
"Kita kehilangan dua pegawai terbaik, Pak Camat dan seorang ibu bidan," ucap Bupati Yusran dengan lirih, namun penuh ketegasan. Ia mengisahkan dedikasi almarhum, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bahkan di hari libur tak pernah absen melayani masyarakat. "Saya titipkan perjuangan beliau untuk pembangunan masyarakat agar terus dilanjutkan. Jadikan pengabdian beliau sebagai contoh teladan," pesannya, menitipkan warisan terbaik sang camat untuk generasi penerus.
Baca Juga : BBPOM Makassar Gandeng Pemkab Pangkep Wujudkan Pangan Aman
Dengan suara bergetar, atas nama pemerintah daerah, Bupati Yusran secara resmi melepas kepergian abadi sang pengabdi. "Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim... saya melepas jenazah almarhum untuk dimakamkan secara sipil."
Di sisi lain, Andi Khairil Anwar, perwakilan keluarga, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Dengan kerendahan hati yang menyentuh, ia juga membuka pintu maaf selebar-lebarnya atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup. "Kami mohon maaf yang setulus-tulusnya," ungkapnya, mewakili keikhlasan sebuah keluarga yang sedang berduka.
Prosesi pun berlanjut, bergerak dalam lautan manusia. Ribuan orang rekan sejawat, pejabat, dan masyarakat yang pernah merasakan sentuhan pelayanannya dengan khidmat mengiringi jenazah almarhum Fitri Mubarak dalam perjalanan terakhirnya menuju peristirahatan abadi di pemakaman keluarga di Salebbo. Mereka tak hanya mengantar seorang camat, tetapi juga seorang ayah, suami, dan sahabat yang pengabdiannya akan terus dikenang sebagai lentera di tengah lautan tugasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News