Marak Isu Penculikan Anak, Budhi Minta Jangan Termakan Isu dan Tingkatkan Pengawasan Anak
Budhi menegaskan, bahwa pelaku penculikan anak dengan motif organ tubuhnya akan dijual, dipastikan tidak ada. Ia meminta masyarakat tidak termakan isu yang berkembang, sebab polisi akan selalu sigap.
Jejakfakta.com, Makassar - Isu penculikan anak belakangan ini menjadi momok yang kerap menghantui masyarakat. Hal itu tidak lepas dari tragedi penculikan dan pembunuhan seorang bocah 11 tahun bernama Muhammad Fadli Sadewa di kota Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, mengatakan isu penculikan anak memang belakangan lagi hangat, tidak terlepas dari hebohnya kasus pembunuhan bocah 11 tahun dengan motif organ tubuhnya akan dijual.
Meski begitu, Budhi menegaskan, bahwa pelaku penculikan anak dengan motif organ tubuhnya akan dijual, dipastikan tidak ada. Ia meminta masyarakat tidak termakan isu yang berkembang, sebab polisi akan selalu sigap.
Baca Juga : Empati untuk Korban Bencana, Wali Kota Makassar Imbau Perayaan Tahun Baru Lebih Sederhana
“Tidak ada yang namanya penjualan organ tubuh, kalaupun ada anak yang hilang, tidak usah khawatir polisi pasti akan membantu untuk mencari,” ujarnya, ditemui usai melaksanakan program Jumat Curhat, di Cafe Fireflies, Hertasning, Jumat (20/1/2023) dikitip laman Humas Polri.
Oleh karena itu, Budhi meminta kepada orang tua atau lingkungan sekitar anak untuk selalu memberikan pengawasan. Jangan dilepas begitu saja, sehingga ada celah bagi pelaku kejahatan.
“Kepada orang tua, yang dituakan di keluarga anak-anaknya dijaga, jangan dilepas begitu saja sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal,” imbuhnya.
Baca Juga : Jelang Pemilihan RT, Wali Kota Makassar Rakor Pengamanan Bersama Kapolrestabes dan Dandim
Isu penculikan anak sendiri bagi Kapolrestabes, tidak menutup kemungkinan terjadi, apalagi di tengah desakan ekonomi. Namun dipastikannya kalau itu terjadi, bukan terkait penjualan organ tubuh manusia.
“Karena kalau dibilang tidak ada (penculikan anak), saya tidak bisa katakan demikian. Akan tetapi penculikannya bukan karena penjualan organ tubuh, tetapi karena ada sesuatu,” bebernya.
Makanya diharapkan Budhi, agar bisa kasus tersebut, sebaiknya dilakukan pencegahan, bukan hanya dari kepolisian, melainkan juga pemilik anak.
Baca Juga : Tawuran Antar Warga Kembali Pecah di Tallo Makassar, Polisi Berhasil Redam Ketegangan
“Untuk itu kami mohon kerjasamanya dengan pihak keluarga. Jangan sampai anak-anaknya tidak terkontrol dan terjaga,” tandasnya.
Belum lama ini diketahui beredar pesan berantai di sosial media, seorang bocah berinisial AP (14) yang tinggal di Jalan Sukaria disebut menjadi korban penculikan anak. Usut punya usut ternyata si anak menjadi korban begal.
Begitu juga dengan peristiwa yang hampir sama. Ada seorang laki-laki bernama Saenal Syarifuddin (37) yang hendak mencari alamat di Jalan Dampang, Kecamatan Tamalanrea, namun disangka pelaku penculikan oleh warga.
Baca Juga : Jaga Keamanan, Kapolrestabes dan Camat Makassar Dialog Langsung dengan Warga di Maccini Gusung
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando K Sambolangi, mengatakan, dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu, 16 Januari itu, warga sempat melakukan main hakim sendiri. Hal itu karena rasa traumatik akibat kasus penculikan dan pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Betul ada orang yang memasuki salah satu pekarangan rumah di sekarang orang traumatik. Ada apa-apa, penculik anak. Masyarakat jangan terlalu percaya hoaks. Jangan sedikit-sedikit penculikan anak. Pelaku sebelumnya, sudah ada. Sekarang itu semua orang traumatik,” ucapnya.
Terpisah, seorang ibu di Kecamatan Tallo, Astuti, mengaku cukup resah dengan isu penculikan anak yang sekarang ini banyak jadi perbincangan kalangan orang tua.
Baca Juga : Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Dua Kantor DPRD di Makassar, Peran Mereka Beragam
Akibatnya, ia harus sering-sering melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Takut pasti, apalagi anakku masih 10 tahun. Kita harap polisi bisa selesaikan masalah ini,” ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News