PPJI Sinergi Dinkes Makassar, Dorong Standar Keamanan Pangan Demi Zero Accident MBG
Ketua PPJI Makassar, Munatsir, mengatakan bahwa peran pelaku jasa boga sangat menentukan keberhasilan program MBG.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Makassar menegaskan komitmennya mengawal penerapan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap target Zero Accident dalam program pelayanan publik berbasis pangan tersebut.
Ketua PPJI Makassar, Munatsir, mengatakan bahwa peran pelaku jasa boga sangat menentukan keberhasilan program MBG. Menurutnya, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama karena MBG melibatkan proses produksi dan distribusi makanan dalam skala besar.
“PPJI memandang MBG sebagai program strategis. Karena itu, standar higiene, sanitasi, dan pengelolaan dapur harus dijalankan secara disiplin. Ini penting agar makanan yang disajikan benar-benar aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujar Munatsir, yang juga Direktur Catr Dzahira Rinjani, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga : Wabup Gowa Sisihkan Gaji Pribadi untuk Lawan Stunting, 200 Keluarga di Bajeng Terima Paket Gizi
Munatsir menambahkan, PPJI secara aktif mendorong anggotanya yang terlibat dalam MBG untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dapur, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi. Selain itu, PPJI juga menekankan pentingnya kedisiplinan personal hygiene bagi para penjamah makanan.
“Zero accident tidak bisa dicapai jika hanya mengandalkan pengawasan. Yang utama adalah kesadaran dan kompetensi pelaku jasa boga di lapangan. Di sinilah peran PPJI dalam melakukan edukasi, pendampingan, dan penguatan standar,” jelasnya.
Sebagai organisasi profesi, PPJI juga mendorong pelaksanaan pelatihan rutin dan sertifikasi penjamah makanan agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten. Munatsir menyebut peningkatan kapasitas SDM dapur MBG merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga mutu layanan.
Baca Juga : TP PKK Makassar Bagikan 600 Kotak Makan Gratis, Edukasi Siswa Stop Boros Pangan
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menyatakan pihaknya mendukung sinergi tersebut sebagai bagian dari upaya pengawasan kesehatan masyarakat.
“Dinas Kesehatan Kota Makassar berkomitmen memastikan setiap porsi makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan,” kata Nursaidah.
Dinkes Makassar, lanjutnya, melakukan pengawasan melalui koordinasi lintas sektor, peninjauan standar dapur MBG, penerapan uji laboratorium, serta sertifikasi penjamah makanan. Pengawasan juga mencakup evaluasi sanitasi, sterilisasi peralatan, pemantauan kualitas air, hingga kesiapan gugus gerak cepat jika terjadi insiden.
Baca Juga : Dari Pekarangan ke Pasar MBG, Urban Farming Makassar Mulai Gerakkan Ekonomi Warga
“Penjamah makanan harus benar-benar menerapkan SOP dapur sesuai prinsip higiene dan sanitasi. Itulah pentingnya sertifikasi serta pelatihan rutin,” ujarnya.
PPJI berharap kolaborasi dengan Dinkes Makassar ini dapat memperkuat ekosistem keamanan pangan dalam program MBG.
“Jika pelaku jasanya disiplin, standarnya jelas, dan pengawasannya berjalan, MBG akan aman, berkelanjutan, serta memberi manfaat optimal bagi anak-anak,” tutup Munatsir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News