Mangrove Jadi Benteng Alami, Upaya Nyata Lindungi Pesisir Suppa dari Abrasi

Dinas Perikanan kolaborasi World Wide Fund for Nature (WWF), Penyuluh Perikanan, serta Pemerintah Desa dan Kecamatan Suppa menggelar aksi penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Kecamatan Suppa, Senin (5/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, Muhammad Yusuf, mengungkapkan keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Jejakfakta.com, PINRANG – Upaya menanggulangi ancaman abrasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang dengan menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pencegahan bencana, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengembalikan fungsi ekosistem pesisir sebagai pelindung alami dari hempasan ombak melalui penanaman mangrove.

Mangrove dinilai efektif sebagai benteng alami yang mampu meredam gelombang laut sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Baca Juga : Polres Tarakan Gagalkan Penyelundupan 3,2 Kg Sabu dalam Box Ikan Tujuan Pinrang

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Perikanan menggelar aksi penanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Kecamatan Suppa, Senin (5/1/2026).

Pada tahap awal, sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam dari total rencana 4.000 bibit yang akan direalisasikan secara bertahap.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pinrang, World Wide Fund for Nature (WWF), Penyuluh Perikanan, serta Pemerintah Desa dan Kecamatan Suppa.

Baca Juga : Bupati Pinrang Ungkapkan Keinginan Bangun Kampus Vokasi, Rektor Unhas: Kami Siap Mendukung

Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pesisir yang sehat dan berkelanjutan sebagai langkah nyata dalam mencegah abrasi.

Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa gerakan tanam mangrove ini merupakan aksi konkret dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Pinrang.

Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga : Buka Manasik Haji, Bupati Pinrang Pesan Jaga Kesehatan, Kabid PHU Ingatkan Latihan Fisik

Mangrove menjadi habitat alami berbagai biota laut seperti ikan dan kepiting yang memiliki nilai ekonomis serta menjadi sumber mata pencaharian nelayan.

“Olehnya itu, kami berharap aksi ini dapat menjadi contoh dan menggerakkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir. Ekosistem yang terjaga akan kembali memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, serta memastikan keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir di masa mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru