Kopi, Area Bermain Anak, hingga Loket Disabilitas: Wajah Baru Dukcapil Makassar
Capaian pelayanan Disdukcapil Makassar 2025: Cetak 136 ribu KTP-el dan 131 ribu KK.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berbenah dan melangkah maju menghadirkan standar pelayanan prima yang berorientasi pada kenyamanan, kecepatan, dan inklusivitas bagi seluruh warga.
Tak lagi sekadar mengurus dokumen administrasi kependudukan, Disdukcapil Makassar kini menghadirkan pengalaman layanan yang humanis dan ramah masyarakat, layaknya pelayanan di sebuah hotel modern. Bahkan, area ruang pelayanan kantor disulap bak hotel.
Mulai dari penataan fasilitas pelayanan, penguatan penunjang administrasi, pengembangan layanan berbasis elektronik, hingga hal-hal sederhana namun bermakna, seperti penyediaan konsumsi bagi warga yang menunggu antrean, menjadi bagian dari transformasi pelayanan tersebut.
Baca Juga : Disabilitas hingga ODGJ Dibuatkan KTP-el Lewat Program Papa Keren
Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Muh. Hatim, menerangkan bahwa pihaknya menghadirkan pelayanan ramah disabilitas dengan akses khusus, loket layanan disabilitas, serta ruang menyusui yang nyaman bagi ibu dan anak.
Seluruh ruang pelayanan didesain agar lebih representatif, tertib, dan bersahabat bagi semua kalangan tanpa diskriminasi.
“Tekad kami di Disdukcapil adalah terus mendorong transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan masyarakat,” ujar Muh. Hatim, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga : Sekda Luwu Timur Tegas: WFH Bukan Alasan Layanan Publik Kendor, OPD Pelayanan Tetap Masuk Kantor
“Inilah wajah baru pelayanan kependudukan di Kota Makassar, lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermartabat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan harus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah yang melayani masyarakat dengan empati, profesionalisme, dan rasa hormat.
“Dengan semangat pelayanan Dukcapil ala hotel, kami ingin menegaskan bahwa masyarakat datang ke Dukcapil bukan hanya untuk mengurus dokumen, tetapi juga merasakan kenyamanan, keramahan, dan pelayanan yang manusiawi,” tegas Hatim.
Baca Juga : Munafri “Semprot” Lurah Tak Disiplin: Jangan Jadi Raja Kecil, Semua Harus Harmoni Layani Warga
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa gagasan pelayanan ala hotel lahir dari pengalaman pribadinya saat mengakses berbagai layanan publik maupun swasta.
Menurutnya, pelayanan pemerintah tidak boleh tertinggal jauh dari sektor swasta, meskipun tidak sepenuhnya bisa menyaingi fasilitas dan investasi besar yang dimiliki swasta.
“Saya sering mengakses layanan publik. Jujur saja, masih banyak yang perlu dibenahi. Tapi justru dari situ saya belajar,” tuturnya.
Baca Juga : Disiplin ASN Diuji Usai Libur Lebaran, Bupati Gowa: Tak Ada Lagi Alasan Tambah Cuti
“Saya perhatikan dekorasi, ruang tunggu, area bermain anak, hingga alur pelayanannya,” lanjut Hatim.
Ia menilai, salah satu tantangan pelayanan pemerintah adalah minimnya iklim kompetisi. Berbeda dengan sektor swasta yang dituntut memberikan pelayanan terbaik agar tidak ditinggalkan pelanggan, pelayanan pemerintah cenderung berada di zona nyaman karena masyarakat memiliki keterbatasan pilihan.
“Inilah yang membuat saya berpikir, kita harus tetap menyiapkan pelayanan terbaik meskipun masyarakat pasti datang ke Dukcapil,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Forkopimda Demi Stabilitas Layanan Publik Makassar
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Disdukcapil Makassar kini menyediakan fasilitas pendukung kenyamanan seperti kopi, teh, air mineral, camilan, hingga menu khusus setiap hari Jumat.
Ruang tunggu juga dilengkapi area bermain anak, ruang menyusui, serta fasilitas ramah disabilitas, termasuk loket khusus bagi penyandang disabilitas.
Hatim menjelaskan bahwa seluruh area pelayanan Disdukcapil Makassar saat ini merupakan ruang baru hasil pembenahan menyeluruh. Kantor sempat ditutup lebih dari satu bulan untuk proses renovasi dan penataan ulang sebelum kembali dibuka dan digunakan.
Sementara itu, untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, sebagian besar pelayanan administrasi kependudukan telah diarahkan dan diselesaikan di tingkat kecamatan. Kantor Disdukcapil Kota Makassar kini fokus menangani layanan tertentu yang tidak dapat diselesaikan di kecamatan.
“Selama ini kami sudah mengarahkan pelayanan ke kecamatan. Jadi yang datang ke kantor pusat hanya layanan yang memang tidak bisa ditangani di kecamatan,” jelas Hatim.
Tak hanya berfokus pada pelayanan di kantor, Disdukcapil Makassar juga aktif melakukan layanan jemput bola melalui mobil layanan keliling yang hadir di berbagai ruang publik, termasuk saat pelaksanaan Car Free Day (CFD).
“Pelayanan harus hadir di tengah aktivitas masyarakat. CFD adalah ruang publik tempat masyarakat berkumpul, maka kami hadir di sana,” pungkasnya.
DATA CAPAIAN PELAYANAN 2025
Sepanjang tahun 2025, Disdukcapil Kota Makassar mencatatkan kinerja layanan administrasi kependudukan yang tinggi dan konsisten.
Data menunjukkan:
- Pendaftaran NIK baru: 2.648
- Perekaman KTP-el: 22.247
- Percetakan KTP-el: 136.047
- Percetakan KK TTE: 131.973
- Percetakan KIA: 50.564
- Penduduk pindah keluar: 30.767
- Penduduk masuk: 25.781
- Akta kelahiran usia 0–17 tahun: 29.181
- Akta kelahiran 18 tahun ke atas: 8.086
- Akta kematian TTE: 10.538
- Akta perkawinan TTE: 885
- Akta perceraian TTE: 134
- Aktivasi IKD: 33.333 pengguna
Capaian ini menegaskan komitmen Disdukcapil Makassar dalam menghadirkan pelayanan kependudukan yang cepat, akurat, inklusif, dan adaptif terhadap transformasi digital. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News