Warga Gowa Diduga Hanyut Saat Menyeberang Sungai, Basarnas Makassar Turunkan Tim SAR

Tim SAR gabungan melakukan pencarian warga yang diduga hanyut di Sungai Belapunraga, Dusun Pappareang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu (11/01/2026). @Jejakfakta/dok. Basarnas Makassar

Basarnas Makassar imbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas, khususnya di sekitar sungai pada cuaca yang tidak menentu.

Jejakfakta.com, GOWA — Seorang warga dilaporkan diduga hanyut di Sungai Belapunraga, Dusun Pappareang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi (11/01/2026) dan hingga kini korban belum ditemukan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut dari seorang warga bernama Ibu Tyas. Berdasarkan informasi awal, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA.

Korban diketahui bernama Andi (30). Ia menyeberangi sungai bersama saudaranya, Feri, sepulang dari kebun. Namun, Andi diduga terseret arus sungai dan tidak kunjung kembali. Feri yang lebih dulu sampai di seberang sungai kemudian menemukan sejumlah barang milik korban berupa topi, sandal, dan sepeda motor yang masih terparkir di lokasi penyeberangan.

Baca Juga : 130 Orang Masih Dicari, Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya ke Laut Jawa

Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga siang hari hasilnya nihil. Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan secara resmi ke Basarnas Makassar untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Basarnas Makassar langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa operasi SAR dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi lintas instansi.

Baca Juga : 2.557 Pendaki Serbu Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih, 211 Personel SAR Disiagakan

“Begitu informasi kami terima, tim rescue langsung kami kerahkan menuju lokasi. Operasi SAR melibatkan unsur terkait seperti BPBD, aparat setempat, dan masyarakat. Fokus utama kami adalah melakukan pencarian maksimal dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan,” ujar Andi Sultan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi medan sungai dan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

“Arus sungai cukup kuat dan kondisi cuaca hujan menjadi perhatian utama. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas, khususnya di sekitar sungai pada cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.

Baca Juga : Operasi SAR KM Nurul Salsa Hari Kedelapan, Tim SAR Fokus Sisir Kepulauan Sabalana hingga Arah NTB

Dalam operasi SAR ini, unsur yang terlibat antara lain Tim Rescue Basarnas Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, Bhabinkamtibmas setempat, serta masyarakat sekitar. Proses pencarian terus dilakukan hingga korban berhasil ditemukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru